Revolusi AI Dorong Pertumbuhan Baru dalam Industri Teknologi Informasi
Aspek News - Menurut laporan AlphaSense (Februari 2026), perkembangan pesat sistem AI yang mampu melakukan perencanaan dan pelaksanaan tugas secara otonom menyebabkan tren "pemisahan pendapatan dan ukuran tenaga kerja." Dengan kata lain, bisnis dapat menciptakan nilai lebih tanpa meningkatkan jumlah tenaga kerja secara proporsional. Ini menandai pergeseran signifikan dalam penetapan harga: dari pembayaran per jam kerja menjadi pembayaran per output.
Bidang layanan yang sudah dikenal seperti BPO (business process outsourcing) dan ADM (aid and maintenance) berada di bawah tekanan yang sangat besar. Alasannya sederhana: banyak tugas di bidang ini dapat diotomatisasi oleh AI.
Namun, ini bukan pertanda bahwa industri tersebut "menyusut." Sebaliknya, permintaan akan teknologi informasi sedang bergeser. Seiring bisnis mengadopsi AI, mereka harus berinvestasi lebih besar pada data, infrastruktur, dan teknologi. Alih-alih mempekerjakan orang untuk melakukan pekerjaan tersebut, mereka mencari mitra yang dapat membantu membangun seluruh sistem cerdas.
Data dari Gartner memberikan gambaran yang cukup jelas: Pengeluaran TI global terus tumbuh stabil: diproyeksikan mencapai sekitar $5,43 triliun pada tahun 2025 (peningkatan 7,9% dari tahun sebelumnya); dan $6,15 triliun pada tahun 2026 (peningkatan lebih dari 10%). Ini menunjukkan bahwa bisnis tidak mengurangi pengeluaran untuk teknologi, tetapi justru meningkatkan pengeluaran, meskipun dengan cara yang berbeda.
Yang perlu diperhatikan, sekitar 40% bisnis dalam kelompok Global 2000 diproyeksikan beroperasi menggunakan model hibrida yang menggabungkan sistem manusia dan AI dalam operasi sehari-hari mereka. Hal ini tidak hanya mencerminkan adopsi AI yang meluas, tetapi juga menunjukkan pergeseran mendasar dalam cara produksi dan bisnis diorganisasikan.
Salah satu poin penting adalah investasi mengalir deras ke area-area kunci seperti pusat data, infrastruktur GPU, dan sistem komputasi berkinerja tinggi untuk mendukung penerapan AI skala besar. Artinya, platform dasar untuk AI, bukan hanya aplikasi permukaannya.
Dalam konteks ini, perusahaan TI juga harus mengubah peran mereka. Mereka bukan lagi sekadar "penyedia jasa teknisi," tetapi harus menyediakan solusi komprehensif: mulai dari infrastruktur dan platform hingga penerapan sistem.
Menurut para ahli, keunggulan kompetitif saat ini terletak pada tiga faktor: kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi, menguasai platform, dan menerapkan sistem yang besar dan kompleks.
Kebutuhan pelanggan juga berubah. Mereka tidak lagi hanya membutuhkan orang untuk melakukan pekerjaan, tetapi juga mitra untuk memecahkan masalah kompleks seperti: memperbarui sistem yang sudah usang; menghubungkan data yang berbeda; memastikan keamanan informasi; dan mengoptimalkan biaya operasional.
Secara global, perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, dan Amazon telah mengambil pendekatan proaktif dengan berinvestasi besar-besaran dalam infrastruktur dan platform AI, secara bertahap membentuk ekosistem teknologi berskala besar. Platform seperti Azure AI, Google Cloud Vertex AI, dan Amazon Bedrock memungkinkan bisnis untuk membangun, melatih, dan menerapkan model AI secara fleksibel dan efisien.
Di Vietnam, tren ini juga secara bertahap muncul. Beberapa perusahaan teknologi telah mulai menggeser strategi mereka, berinvestasi dalam AI dan membangun ekosistem teknologi untuk meningkatkan daya saing mereka. Di antara mereka, FPT adalah salah satu perusahaan pelopor dengan orientasi pengembangan ekosistem AI yang komprehensif.
Jelas bahwa AI tidak hanya memperluas pasar tetapi juga membentuk kembali posisi bisnis di industri layanan TI global. Seperti komputasi awan atau transformasi digital yang menciptakan "gelombang" sebelumnya, AI mengantarkan siklus pertumbuhan baru. Perbedaannya adalah: Nilai tidak lagi berasal dari perluasan tenaga kerja, tetapi dari penguasaan teknologi dan ekosistem. Dalam permainan ini, bisnis yang bergerak lebih cepat, berinvestasi lebih bijak, dan membangun fondasi yang lebih kuat akan memiliki kesempatan untuk bangkit dan memimpin pasar.




