Review Darksiders Genesis: Seri Darksiders Beralih ke Aksi Top-Down
Darksiders Genesis menghadirkan perubahan besar dibanding tiga seri sebelumnya. Jika Darksiders, Darksiders 2, dan Darksiders 3 identik dengan sudut pandang third-person, Genesis memilih pendekatan top-down yang membuat gaya bermainnya terasa berbeda sejak awal.
Penulis ulasan ini menyelesaikan mode single player campaign dalam 46 jam dan mengaku telah memainkan seluruh seri Darksiders. Pengujian dilakukan di PC dengan spesifikasi AMD Ryzen 5 3600, motherboard Gigabyte AB-350 Gaming 3, GPU Palit GeForce RTX 2070 Super JS, RAM G Skill 16GB 3200MHz (berjalan di 3600MHz), serta SSD ADATA SX8200 PCIe 1TB.
Grafis: Sederhana, tetapi Tetap Detail
Aspek grafis mendapat nilai 76/100. Dengan perubahan sudut pandang menjadi top-down, tampilan Genesis dinilai lebih sederhana dibanding Darksiders 3 (2018) maupun Darksiders 2. Meski begitu, detail visualnya disebut tetap diperhatikan dengan baik.
Kesederhanaan grafis ini juga berdampak pada performa. Dengan spesifikasi PC yang digunakan, game disebut dapat berjalan mulus di 165 fps pada monitor 165Hz tanpa gangguan. Penulis juga menilai hal ini penting karena tidak jarang game dengan visual sederhana tetap mengalami masalah frame rate.
Untuk konsol, penulis berpendapat game ini seharusnya dapat berjalan mulus di PS4, dengan alasan banyak game modern telah dioptimalkan untuk konsol.
Cerita: Lore Tetap Ada, Penyajiannya Minimalis
Di aspek cerita, Genesis memperoleh nilai 61/100. Seri Darksiders disebut tidak menempatkan narasi sebagai kekuatan utama, meski ceritanya juga tidak sekadar pertarungan hitam-putih antara pahlawan dan penjahat.
Secara garis besar, lore Darksiders berkisar pada konflik Heaven dan Hell, dengan The Council sebagai penjaga keseimbangan. The Council memiliki empat penunggang kuda (horse-riders):
- War (Darksiders pertama dan Genesis)
- Death (Darksiders 2)
- Fury (Darksiders 3)
- Strife (dapat dimainkan di Genesis)
Cerita Genesis digambarkan tetap memuat intrik dan manipulasi di antara pihak-pihak tersebut, termasuk elemen plot twist dan intrik politis. Namun, penulis menilai kekuatan cerita dan karakter masih belum sekuat sejumlah game naratif besar seperti Skyrim, The Witcher, Mass Effect, maupun Red Dead Redemption 2.
Selain itu, penyajian cerita di Genesis disebut sederhana karena tidak menggunakan cutscene. Narasi ditampilkan melalui slideshow gambar saat jeda permainan.
Gameplay: Dua Gaya Bertarung dalam Satu Game
Gameplay menjadi aspek tertinggi dengan nilai 81/100. Genesis menawarkan dua gaya pertempuran yang berbeda bergantung karakter yang dipilih, dan pemain dapat berganti karakter kapan saja:
- Strife: permainan terasa seperti top-down shooter.
- War: permainan lebih mengarah ke beat ‘em up dengan sudut pandang top-down.
Dari sisi progresi, game ini tidak memakai sistem level karakter. Sebagai gantinya, perkembangan karakter hadir lewat Creature Core. Setiap musuh yang dikalahkan berpeluang menjatuhkan Creature Core dengan efek berbeda, dan musuh yang lebih langka disebut cenderung memberi efek yang lebih baik.
Efek Creature Core tidak hanya berupa peningkatan status pasif seperti +Attack atau +Defend, tetapi juga ada efek yang bersifat proccing. Meski demikian, penulis menilai jumlah efek procs masih terbatas dan lebih didominasi efek pasif. Sistem ini juga membuat permainan terasa mengandung unsur grinding dan bergantung pada random loot, walau beberapa Creature Core disebut dapat mengubah cara bermain secara signifikan.
Seperti seri sebelumnya, Genesis tetap membawa elemen platformer dan puzzle. Tingkat kesulitannya dinilai tidak setinggi game yang memang berfokus pada dua aspek tersebut. Puzzle disebut relatif mudah, sementara platforming bisa lebih menantang bagi pemain yang ingin mengumpulkan seluruh collectibles.
Kesimpulan: Layak untuk Penggemar Darksiders dan Pencari Aksi Sederhana
Dalam penilaian penulis, Darksiders Genesis dinilai layak dibeli, terutama bagi penggemar seri Darksiders atau pemain yang mencari gameplay sederhana. Pertimbangan lain adalah harga yang disebut berada di kisaran Rp200 ribuan di Steam dan US$40 di PlayStation Store, lebih rendah dibanding harga game AAA yang disebut bisa mencapai Rp600–800 ribu.
Meski tidak diposisikan sebagai kandidat game of the year, Genesis disebut dapat menjadi pilihan untuk mengisi waktu sambil menunggu rilis game besar lainnya.




