Rakernas AKPI 2025 Fokus pada Penguatan Standar Profesi dan Sertifikasi
MediaJustitia.com – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Kurator dan Pengurus Indonesia resmi terlaksana pada 14 November 2025 di Grand Mercure Setiabudi, Bandung.
Dengan diikuti oleh hampir 300 pengurus, Ketua Pelaksana Rakernas AKPI 2025, Irfan Idham, S.H., M.H., CLA., menyampaikan bahwa seluruh rangkaian acara ini dikerjakan sepenuhnya oleh internal kepanitiaan tanpa bantuan event organizer. Menurutnya, hal ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras panitia yang benar-benar mengandalkan kekuatan organisasi sendiri.
Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah Jawa Barat, Dulianan Lumbanraja, S.H., M.Kn. selaku tuan rumah, menyambut para peserta dengan hangat. Ia menyampaikan rasa bangganya karena Bandung dipercaya menjadi tuan rumah Rakernas untuk pertama kalinya. Menurutnya, Bandung bukan hanya kota yang indah secara alam dan budaya, tetapi juga tempat lahirnya banyak gagasan dan semangat perubahan. Ia berharap energi tersebut turut menjiwai Rakernas kali ini sehingga menghasilkan keputusan strategis yang membawa AKPI semakin profesional dan berdaya saing.
Sementara itu, Dewan Kehormatan Profesi AKPI, Bontor O. L. Tobing, S.E., S.H., M.H. mengingatkan pentingnya menjaga citra profesi kurator. Ia menyoroti maraknya isu mengenai kurator di ruang publik yang kerap tidak sesuai fakta.
“Ini serangan melalui media massa yang harus diantisipasi. Ada isu yang sebenarnya belum terjadi, tapi dijadikan pembenaran seolah-olah kurator profesi yang jahat,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya peran kehumasan dan kehati-hatian anggota senior dalam memberikan pernyataan.
Bontor Tobing juga menyoroti persoalan penggantian kurator yang sering memicu laporan kode etik. Menurutnya, Dewan Kehormatan akan tetap mengedepankan mediasi antaranggota agar tidak saling menjatuhkan.
Ketua Umum AKPI, Dr. Jimmy Simanjuntak, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi atas kerja keras panitia dan seluruh pengurus yang terlibat dalam persiapan Rakernas. Ia mengatakan bahwa penyelenggaraan acara tanpa melibatkan pihak ketiga menunjukkan potensi besar yang dimiliki AKPI.
Dr. Jimmy menyampaikan beberapa perbaikan yang telah dilakukan, termasuk fasilitas sekretariat dan layanan organisasi. “Rooftop sudah jadi, ruang Pak DK (Dewan Kehormatan) sudah diperbaiki. Itu kita lakukan bukan buat kami, tapi untuk semua pengurus dan anggota,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peserta yang belum lulus sertifikasi akan diberikan kesempatan untuk mengulang tanpa batasan sebagaimana sebelumnya.
“Kalau mereka gagal tapi tidak mau pindah ke lain hati, ya silakan ulang di AKPI. Sertifikasi yang menentukan, bukan kita yang membatasi.” Lebih lanjut, Ketua Umum AKPI tersebut meminta agar Dewan Standar Profesi, Dewan Sertifikasi, dan Dewan Kehormatan menyelesaikan penyusunan standar profesi serta kurikulum pengajaran untuk disahkan pada RAT tahun depan.
Dr. Jimmy turut memberikan orientasi dan upgrading terkait peran dan tanggung jawab, tugas pokok dan fungsi pengurus dan masing-masing bidang. Rakernas dilanjutkan dengan Sidang Pleno I dan II, dimana perwakilan masing-masing bidang dan pengurus wilayah memaparkan program dan pandangannya, disertai masukan dari berbagai dewan, termasuk Dewan Kehormatan, Dewan Sertifikasi, Dewan Penasihat, dan Dewan Standar Profesi.
Sidang Pleno dipimpin secara bergantian oleh r. Jimmy Simanjuntak, S.H., M.H. (Ketua Umum AKPI), Dr. Resha Agriansyah, S.H., M.H. (Sekretaris Jenderal AKPI) dan Daniel Alfredo, S.H., M.H., CLA., CLI., AllArb (Ketua Harian AKPI) dengan diakhiri oleh pengesahan program kerja dan pembacaan serta pengesahan rekomendasi Rakernas.
“Dalam Rapat Kerja Nasional AKPI Tahun 2025 telah disepakati rekomendasi sebagai berikut: AKPI mendorong Pemerintah (dalam hal ini: Kementerian Hukum Republik Indonesia) untuk segera melakukan pembahasan dan menjadikan perubahan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU sebagai Program Legislasi Nasional Tahun 2026 yang dapat disahkan di Tahun 2026,” pungkas Dr. Jimmy.
Rakernas AKPI Tahun 2025 akan ditutup dengan kegiatan gathering pengurus pada hari kedua sebagai ajang untuk memperkuat chemistry para pengurus menuju kolaborasi selama masa kepengurusan.




