Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) BLU-PIP Berhasil Mendukung 5,3 Juta Debitur dalam Pengembangan Usaha
Sumber Foto: IniBalikpapan.Com
Sudut Aspek

Program Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) BLU-PIP Berhasil Mendukung 5,3 Juta Debitur dalam Pengembangan Usaha

BALIKPAPAN - Pemerintah Indonesia terus berupaya untuk mendukung masyarakat, baik yang baru memulai usaha maupun yang sudah menjalankannya, dalam mengatasi kendala pembiayaan. Salah satu inisiatif yang dihadirkan adalah Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Pusat Investasi Pemerintah (BLU-PIP) sejak tahun 2017. Hingga tahun 2021, program ini telah memberikan manfaat kepada sekitar 5,3 juta debitur.

Tantangan dalam Penyaluran Pembiayaan

Direktur Pengelolaan Aset Piutang BLU-PIP, Zeki Arifudin, menjelaskan bahwa program UMi menghadapi berbagai tantangan dalam penyaluran pembiayaan kepada masyarakat. Salah satu tantangan utama adalah mencari lembaga keuangan bukan bank yang sehat secara manajerial dan finansial. Zeki menekankan pentingnya memilih lembaga yang memiliki integritas, mengingat dana yang disalurkan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, Zeki juga menyebutkan adanya persaingan di industri pemodalan yang memerlukan edukasi kepada calon debitur. Ia menyatakan bahwa banyak program pemerintah yang bersifat bantuan sosial, sehingga perlu dijelaskan bahwa UMi adalah dana bergulir yang harus dikembalikan untuk digunakan kembali oleh debitur lain.

Penyampaian Pinjaman Melalui Berbagai Saluran

Kepala Divisi Penyaluran Pembiayaan, Ary Dekky Hananto, menambahkan bahwa penyaluran pinjaman selama ini sebagian besar dilakukan secara langsung kepada pelaku usaha. BLU-PIP juga mulai membuka saluran baru melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) untuk meningkatkan jumlah penyaluran.

Menurut Dekky, ada dua syarat dasar untuk mengakses program ini, yaitu memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan tidak sedang menerima bantuan lainnya. Syarat tambahan akan disesuaikan dengan karakteristik produk yang ditawarkan oleh masing-masing penyalur.

Target Pelaku Usaha dan Pelatihan

Program Keluarga Harapan (PKH) menjadi salah satu potensi dalam menjangkau pelaku usaha yang sudah mengalami perbaikan perekonomian. Dekky menjelaskan bahwa pelaku PKH yang sudah siap untuk memulai usaha dapat menjadi target penerima pembiayaan UMi, dengan penekanan pada pentingnya pelatihan sebelum menerima pinjaman.

Salah satu contoh pelatihan yang dilakukan adalah pelatihan membatik di Kulon Progo, yang ditujukan untuk penerima PKH baru. Skema kelompok juga diterapkan untuk mendukung pelaku usaha yang baru memulai dengan memanfaatkan pengalaman anggota kelompok yang lebih berpengalaman.

Data Penyaluran dan Sektor Dominan

Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi BLU-PIP, Adhita Surya Permana, menyatakan bahwa pendataan pembiayaan UMi untuk tahun 2021 akan ditutup pada 15 Januari 2022. Hingga saat ini, program ini telah mencapai 108 persen dari target yang ditetapkan, yaitu 1,9 juta debitur dari target 1,8 juta.

Sektor perdagangan kecil dan eceran masih mendominasi penerima pinjaman, di mana pinjaman yang diberikan berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta, dengan lebih dari 90 persen dari total penyaluran.