Pramono-Rano Utamakan Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi di Jakarta
Sumber Foto: Kompas.com
Fokus Utama

Pramono-Rano Utamakan Pembangunan Infrastruktur dan Transportasi di Jakarta

JAKARTA, KOMPAS.com - Infrastruktur, transportasi publik, dan ruang terbuka menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada tahun pertama kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (Jakpro), Iwan Takwin, menyebut badan usaha milik daerah itu ditunjuk untuk mengelola sejumlah infrastruktur kota dan pengembangan kawasan di Jakarta.

“Dalam proyek-proyek infrastruktur, pengelolaan aset, dan investasi yang terukur dampaknya, baik secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” kata Iwan, Jumat (20/2/2026).

Iwan merinci, fasilitas kota yang telah difungsikan sebagai ruang publik multifungsi antara lain Jakarta International Stadium (JIS), Taman Ismail Marzuki, dan Jakarta International Velodrome.

Ketiga lokasi digunakan tidak hanya untuk kegiatan olahraga dan budaya, tetapi juga untuk kegiatan masyarakat serta pengembangan ekonomi kawasan.

Di kawasan JIS, Pemprov DKI mulai membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan stadion dengan kawasan Ancol.

“Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan akses pejalan kaki sekaligus integrasi antarwilayah di Jakarta Utara,” ungkap Iwan.

Pada sektor kebudayaan, pengaktifan kembali Teater Bintang Planetarium di Taman Ismail Marzuki pada akhir 2025 mendorong peningkatan kunjungan masyarakat dan memperluas fungsi kawasan sebagai pusat edukasi dan wisata kota.

Sementara itu, di sektor transportasi publik, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome–Rawamangun tengah dikebut, dengan progres saat ini mencapai 90 persen.

Ke depannya, LRT Jakarta Fase 1B akan terhubung dengan KRL Commuter Line serta layanan TransJakarta di kawasan Manggarai.

“Integrasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat nilai kawasan tanpa mengubah karakter sosial masyarakat setempat,” tutur Iwan.

Pemprov DKI menilai penguatan infrastruktur, transportasi, dan ruang publik menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas hidup warga sekaligus mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang berdaya saing dan berkelanjutan.

“Aset strategi kota harus hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi warga," ungkap Iwan.