Ponpes Al-Bukhari Kolaka Timur Luncurkan Pesantren Sepak Bola untuk Bina Talenta Timnas
JawaPos.com – Pondok pesantren selama ini identik dengan pembelajaran ilmu agama (dan umum). Namun, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Bukhari, para santri juga diberi wadah serius untuk mengembangkan bakat di bidang sepak bola melalui pendirian Pesantren Sepak Bola.
Berawal dari kecintaan terhadap si kulit bundar serta keresahan dan kepedulian pendiri Pondok Pesantren Al-Bukhari H. Buhari Matta terhadap persepakbolaan nasional, pada 13 Oktober 2025 di- launching Pesantren Sepak Bola Al-Bukhari di Wesalo, Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Pesantren sepak bola ini tidak dijalankan secara tiba-tiba. Pasalnya, sejak lama ponpes yang berdiri pada 2011 tersebut telah memiliki lapangan sepak bola yang layak di dalam area pesantren.
”Kita tahu pecinta sepak bola Indonesia begitu besar, tetapi prestasi sepak bolanya belum maksimal. Khususnya di Sulawesi Tenggara, lebih khusus lagi daerah Kolaka. Banyak potensi anak-anak kita, generasi muda yang memiliki bakat sepak bola, tetapi tidak bisa menyalurkan bakatnya karena tidak memiliki kesempatan. Makanya kami berpikir untuk memberikan kesempatan kepada mereka agar bisa mengembangkan bakat tersebut,” tutur Buhari.
”Masa iya, dengan jumlah penduduk Indonesia yang mendekati 300 juta orang, tidak bisa mendapatkan 11 pemain sepak bola yang hebat,” lanjut dia.
Saat ini Ponpes Al-Bukhari memiliki sekitar 700 santri. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 santri memilih bergabung dengan Pesantren Sepak Bola, dengan rentang usia 10 hingga 17 tahun. Menariknya, tidak hanya santri laki-laki, santri perempuan yang memiliki minat dan bakat di sepak bola juga diperbolehkan mengikuti program ini.
Pesantren sepak bola ini tidak hanya menerima santri yang bermukim di ponpes. Peserta dari luar pesantren juga diterima. Bahkan, saat ini terdapat peserta nonmuslim yang ikut bergabung.
”Mungkin juga ada anak-anak yang punya bakat tetapi tidak melanjutkan pendidikan. Mereka bisa masuk di pesantren sepak bola ini,” ungkap Buhari, yang pernah menjabat sebagai Bupati Kolaka selama dua periode (2004–2009 dan 2009–2013).
Pertama di Indonesia
Acara peluncuran Pesantren Sepak Bola tersebut (13 Oktober 2025), dihadiri Staf Khusus Menteri Agama RI, Farid F. Saenong. Farid menyatakan bahwa apa yang dilakukan Pondok Pesantren Al-Bukhari dapat menjadi contoh bagi pesantren-pesantren lain di Indonesia.
”Saya kira pesantren ini menjadi yang pertama di Indonesia. Dari lebih dari 40 ribu pesantren di tanah air, inilah ponpes pertama yang memiliki pesantren sepak bola,” sebut Farid.
”Dan saya kira nomenklaturnya bisa kita atur. Kalau pada umumnya disebut SSB (sekolah sepak bola), maka ini bisa kita sebut PSB (pesantren sepak bola),” imbuh dia.
Farid berharap, dengan hadirnya PSB ini para santri tetap menjalankan tugas utamanya sebagai santri dengan serius. Sekaligus secara profesional mempelajari sepak bola dengan kualitas yang tidak kalah dari SSB-SSB lainnya.




