Polinela Luncurkan Prodi Teknologi Pangan Halal untuk Tingkatkan Daya Saing Industri
Sumber Foto: RRI.co.id
Internasional

Polinela Luncurkan Prodi Teknologi Pangan Halal untuk Tingkatkan Daya Saing Industri

Aspek News - RRI.CO.ID, Bandarlampung - Politeknik Negeri Lampung atau Polinela secara resmi memperkuat peran strategisnya dalam pendidikan vokasi melalui pembukaan Program Studi Sarjana Terapan Teknologi Pangan Halal. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 37/B/O/2026.

Direktur Polinela, Dr. Dwi Puji Hartono, menyatakan bahwa kehadiran prodi ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan akademik institusi. Pembukaan program tersebut merupakan respons nyata terhadap kebutuhan industri pangan yang menuntut standar jaminan halal serta keamanan produk.

“Program studi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten, adaptif, serta siap berkontribusi dalam penguatan industri pangan halal nasional,” ujar Dr. Dwi Puji Hartono, Sabtu 21 Februari 2026.

Sektor industri halal memiliki potensi ekonomi sangat besar sehingga membutuhkan tenaga profesional yang menguasai teknologi produksi sekaligus aspek inovasi. Kehadiran prodi baru ini mencerminkan komitmen Polinela dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan pasar kerja.

Kampus telah menyiapkan strategi pengembangan institusi guna meningkatkan daya saing pendidikan tinggi vokasi, khususnya di bidang agroindustri. Selain memperluas akses pendidikan, langkah tersebut diharapkan mampu mendukung penguatan ekonomi berbasis industri halal baik di tingkat nasional maupun global.

Polinela menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Provinsi Lampung. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi nyata kampus bagi pembangunan bangsa melalui penyediaan sumber daya manusia yang mumpuni.

Sinergi antara regulasi pemerintah dan kesiapan institusi menjadi kunci utama dalam menjalankan program studi baru ini. Masyarakat kini memiliki peluang lebih besar untuk mendalami keahlian khusus di bidang teknologi pangan yang memiliki standar halal global.