Polda Jatim Siapkan Pengamanan di 18.365 Lokasi Ibadah Idul Fitri dan Nyepi
Sumber Foto: Kompas.com
Fokus Utama

Polda Jatim Siapkan Pengamanan di 18.365 Lokasi Ibadah Idul Fitri dan Nyepi

Aspek News - SURABAYA, KOMPAS.com — Polda Jawa Timur fokus melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah menjelang Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi di berbagai titik. Pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar sejak Jumat (13/3/2026).

"Fokus utama menjaga proses ibadah umat agar tetap khusuk," kata Kabid Humas Polda Jatim sekaligus Kasatgas Humas Operasi Semeru 2026 Kombes Pol Jules Abraham Abast, Selasa (17/3/2026).

Jules menjelaskan, penjagaan di masjid dan pura akan menjadi fokus utama bagi personel gabungan.

Hal ini mengingat pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri dan Nyepi yang jatuh berdekatan pada tahun ini.

Amankan 18.365 Lokasi Shalat Idul Fitri

Polda Jatim bersama jajarannya akan memberikan pelayanan pengamanan di lebih kurang 18.365 lokasi Shalat Idul Fitri, baik di masjid maupun lapangan yang akan digunakan jamaah.

Menurut Jules, meskipun arus lalu lintas menjadi dampak yang terlihat, situasi Kamtibmas di lingkungan warga dan rumah ibadah adalah hal yang fundamental.

“Petugas juga memberikan pelayanan pengamanan di sejumlah objek yang berpotensi terdapat gangguan Kamtibmas,” jelasnya.

Selain tempat ibadah, pengamanan juga disebar ke berbagai titik vital.

Objek tersebut di antaranya 68 lokasi terminal, 12 lokasi pelabuhan dan 79 pelabuhan rakyat, 6 lokasi bandara, serta 53 stasiun kereta api.

Pihak kepolisian juga mewaspadai titik-titik keramaian lainnya seperti 274 lokasi tempat perbelanjaan dan 488 lokasi wisata atau hiburan.

Selain itu, beberapa lokasi SPBU yang berpotensi mengalami antrean panjang juga menjadi atensi petugas.

Diharapkan dengan layanan pengamanan yang maksimal dan sinergi lintas sektor dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 ini, kondusivitas di Jawa Timur tetap terjaga. Masyarakat pun diimbau untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.

Polda Jatim meminta warga untuk memastikan rumah yang ditinggal mudik dalam keadaan aman. Masyarakat disarankan untuk melapor kepada pengurus RT/RW atau petugas keamanan lingkungan setempat sebelum berangkat ke kampung halaman.