PKB Dukung Diplomasi Prabowo untuk Perjuangan Palestina di Dewan Perdamaian
JAKARTA – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto di panggung internasional, khususnya keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Dukungan tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar usai pertemuan dengan Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Menurut Muhaimin, Prabowo memiliki pemahaman mendalam terhadap dinamika geopolitik global yang kian kompleks dan penuh ketegangan.
“Presiden Prabowo sangat menguasai peta geopolitik dunia yang rumit. Karena itu, langkah diplomasi yang diambil Indonesia hari ini patut didukung dan dibanggakan,” ujar Muhaimin.
PKB menilai keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace bukan keputusan serampangan, melainkan hasil kalkulasi strategis yang matang dan berhati-hati. Forum tersebut dipandang sebagai ruang penting bagi Indonesia untuk ikut terlibat aktif dalam penyelesaian konflik global, sekaligus memperjuangkan kepentingan nasional.
“Board of Peace menjadi bagian dari solusi global. Terutama dalam isu-isu yang berdampak langsung pada kepentingan rakyat Indonesia. Karena itu, PKB mendukung penuh, baik melalui peran legislatif maupun melalui gerakan sosial dan keagamaan di semua level,” kata Muhaimin.
Salah satu isu utama yang menjadi perhatian Indonesia dalam Board of Peace adalah perjuangan kemerdekaan Palestina. Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Palestina secara utuh dalam berbagai forum internasional.
Tekad tersebut juga disampaikan Prabowo saat bertemu dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan dan tokoh-tokoh Islam. Indonesia, kata Prabowo, tidak akan mundur dari prinsip konstitusionalnya dalam membela hak bangsa Palestina.
Sejalan dengan itu, Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace merupakan wujud nyata politik luar negeri bebas aktif. Diplomasi Indonesia diarahkan untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah dengan solusi dua negara sebagai tujuan akhir.
“Solusi dua negara adalah jalan yang harus ditempuh, dengan kemerdekaan Palestina sebagai prasyarat utama,” tegas Sugiono.
Dengan langkah ini, Indonesia menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai penonton, melainkan sebagai aktor aktif dalam diplomasi perdamaian dunia—sekaligus menjaga konsistensi sikap moral dan politik luar negerinya di tengah konflik global yang terus bergejolak. (*)




