Pertamina Jalin Kerja Sama Strategis untuk Amankan Pasokan Energi 2026
Aspek News - ASPEK.ID, JAKARTA – Subholding Downstream PT Pertamina Patra Niaga memperkuat strategi pengamanan energi nasional melalui penandatanganan sejumlah kesepakatan strategis di Washington DC beberapa Waktu lalu.
Kesepakatan tersebut dilakukan bersama Hartree Partners LP dan Phillips 66, mencakup Memorandum of Understanding (MoU) pasokan minyak mentah serta confirmation letter kontrak LPG dari Amerika Serikat untuk periode 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya korporasi dalam menjaga kesinambungan pasokan energi nasional di tengah dinamika pasar global yang semakin volatil.
Baca Juga
Nadiem soal Tuntutan 18 Tahun: Lebih Berat dari Teroris
Kemenag Buka Suara soal Menag Pakai Busana Adat Aceh di Video Katolik
Jaksa Ungkap Alasan Tuntut Nadiem 18 Tahun
Teliti Pernikahan Anak di Aceh, ASN Kemenag Ini Raih Doktor di UIN Jakarta
Nadiem Makarim Dituntut 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook
Satu Warga Jatim Positif Hantavirus, Begini Penjelasan Dinkes
Advertisement. Scroll to continue reading.
Dalam kerja sama dengan Hartree Partners LP, disepakati kerangka kerja komersial penyediaan light crude yang akan digunakan sebagai feedstock kilang Pertamina. Pasokan tersebut berpotensi berasal dari Amerika Serikat maupun portofolio global Hartree.
Suplai ini akan mendukung kebutuhan pengolahan, khususnya di Refinery Unit Cilacap dan Refinery Unit Balikpapan, seiring peningkatan kapasitas melalui proyek Refinery Development Mega Project Balikpapan (RDMP) Balikpapan.
Sementara itu, bersama Phillips 66, Pertamina Patra Niaga menegaskan pelaksanaan kontrak pasokan LPG sepanjang 2026 dengan total volume mencapai sekitar 2,2 juta metrik ton. Kontrak ini melanjutkan kemitraan yang telah berjalan sebelumnya guna memastikan stabilitas distribusi LPG nasional.
Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, sebagai bentuk komitmen korporasi dalam memperkuat ketahanan energi dan fleksibilitas komersial.
Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan kolaborasi ini tidak sekadar kontrak pasokan, tetapi representasi strategi jangka panjang perusahaan.
“Kerjasama strategis yang dijalin bersama dengan Hartree Partners dan Phillips 66 merupakan representasi strategis dalam visi bersama untuk memastikan ketahanan energi, meningkatkan kolaborasi di bidang pengolahan dan trading, memperkuat arus investasi, serta mendorong solusi energi berkelanjutan,” katanya, Sabtu (21/2).
Ia menambahkan, di tengah dinamika volatilitas global, tantangan rantai pasok, dan tanggung jawab terhadap isu iklim, kemitraan dan kepercayaan menjadi fondasi utama.
“Dengan mensinergikan kekuatan nasional Pertamina dengan jangkauan global serta keahlian komersial Hartree Partners dan Phillips 66, kami memiliki peluang untuk membangun kerja sama yang tangguh dan berorientasi ke depan. Kami yakin melalui komitmen bersama dan keselarasan strategi, kolaborasi ini akan menciptakan nilai jangka panjang secara ekonomi, sosial, maupun lingkungan,” tutupnya. []
Komentar
Share17 Tweet11 Send Share Share3 Send
ADVERTISEMENT
Related Posts
Nadiem soal Tuntutan 18 Tahun: Lebih Berat dari Teroris
ASPEK.ID, JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, menyampaikan kekecewaannya usai dituntut 18 tahun penjara...
Kemenag Buka Suara soal Menag Pakai Busana Adat Aceh di Video Katolik
ASPEK.ID, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) meminta maaf terkait polemik penggunaan busana adat Aceh oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam...
Jaksa Ungkap Alasan Tuntut Nadiem 18 Tahun
ASPEK.ID, JAKARTA - Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim dituntut hukuman 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan...
Load More




