Peran Influencer dalam Meningkatkan Komunikasi Pemerintah dengan Masyarakat
Dalam era digital saat ini, keberadaan influencer di media sosial tidak hanya terbatas pada rekomendasi makanan atau gadget, tetapi juga berpotensi memengaruhi aspek pemerintahan. Pertanyaannya, sejauh mana influencer dapat berkontribusi dalam menyampaikan kebijakan publik dan informasi pemerintahan kepada masyarakat?
Pemerintah memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui kebijakan dan regulasi yang dikeluarkan, pemerintah bertindak sebagai regulator yang bertujuan untuk menjaga kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam melaksanakan tugas ini, pemerintah perlu menggunakan berbagai strategi komunikasi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami oleh semua kalangan. Kebijakan yang baik dapat berisiko menjadi tidak efektif jika informasi tidak disampaikan dengan cara yang jelas dan mudah dimengerti.
Dalam praktiknya, seringkali terjadi kesenjangan persepsi antara masyarakat dan pemerintah, meskipun telah dilakukan banyak pendekatan melalui berbagai platform, baik offline maupun online. Dengan meningkatnya penggunaan media sosial, diharapkan pemerintah dapat lebih efektif dalam menyampaikan informasi. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menjangkau generasi muda yang lebih aktif di platform sosial.
Influencer, dengan popularitas dan visibilitas mereka, memiliki kemampuan untuk membantu menyebarluaskan pesan pemerintah. Kekuatan mereka dalam memengaruhi opini publik menjadi modal penting dalam upaya komunikasi. Contoh langkah yang berhasil diambil oleh pemerintah adalah acara Spectaxcular yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pajak pada tahun 2022. Dalam acara ini, beberapa influencer dan figur publik diundang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kewajiban perpajakan.
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara juga dapat memanfaatkan strategi ini, terutama dalam mengedukasi masyarakat tentang kegiatan lelang. Meskipun lelang sudah dikenal luas, minat masyarakat, terutama generasi Z, terhadap lelang yang diadakan oleh pemerintah masih rendah. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pendekatan yang lebih inovatif, seperti menggunakan platform TikTok dan melibatkan publik figur dalam acara-acara besar yang berkaitan dengan lelang.
Di sisi internal, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara sudah menerapkan program employee advocacy untuk menyebarkan informasi terkait keuangan negara. Namun, untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas, diperlukan langkah-langkah tambahan yang lebih dinamis dan responsif terhadap perkembangan masyarakat. Menggandeng influencer sebagai jembatan komunikasi bisa menjadi strategi yang efektif untuk membawa informasi tentang Direktorat Jenderal Kekayaan Negara lebih dekat kepada publik.




