Pentingnya Perawatan Lansia untuk Menciptakan Indonesia Bermartabat
Sumber Foto: Suara Muhammadiyah
Sudut Aspek

Pentingnya Perawatan Lansia untuk Menciptakan Indonesia Bermartabat

Lansia Terawat di Hari Lanjut Usia Nasional 2023

Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) yang diperingati pada tanggal 29 Mei 2023 mengangkat tema "Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat". Acara puncak peringatan ini dilaksanakan di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, menandai perayaan ke-27 tahun ini.

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan bahwa program dan kegiatan pembangunan kesejahteraan sosial harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial bagi lansia. Dalam konteks ini, Sekretariat Muhammadiyah Kalimantan Timur turut berkontribusi melalui opini yang disampaikan oleh Ns. Tri Wahyuni, M.Kep., Sp.Mat., Ph.D, seorang dosen di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur dan ketua Majelis Kesehatan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Timur.

Peningkatan Angka Lansia dan Tantangan Kesehatannya

Pembangunan berkelanjutan yang berhasil terlihat dari meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia di seluruh dunia. Lansia, yang didefinisikan sebagai individu berusia 60 tahun ke atas, menjadi bagian penting dari demografi global, di mana diperkirakan 1 dari 6 penduduk dunia adalah lansia. Di Indonesia, sejak tahun 2021, satu dari sepuluh penduduk telah masuk dalam kategori ini.

Peningkatan populasi lansia membawa dampak positif dan negatif. Di satu sisi, terdapat peluang bonus demografi jika lansia tetap produktif. Namun, di sisi lain, ketika mereka tidak lagi mampu berkontribusi, lansia dapat menjadi beban bagi penduduk usia produktif.

Pentingnya Kebijakan Kesehatan yang Berorientasi pada Lansia

Perubahan demografi ini seharusnya mendorong pengambil kebijakan untuk mengembangkan sistem kesehatan dan pembangunan yang mendukung kebutuhan lansia. Sebelumnya, fokus sistem kesehatan lebih banyak pada anak-anak, namun saat ini perlu ada perhatian yang sama terhadap lansia. Hal ini termasuk penyediaan fasilitas publik yang ramah bagi lansia, seperti pegangan pada dinding dan tangga yang aman.

Rekomendasi untuk Menjaga Kesehatan Lansia

Agar lansia tetap sehat dan mandiri, National Institute on Aging (NIA) Amerika merekomendasikan beberapa aktivitas, seperti:

  • Berolahraga secara teratur
  • Mengonsumsi makanan sehat
  • Menjaga pola tidur yang baik
  • Menghindari merokok dan alkohol
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
  • Menangani stres dan depresi
  • Menjalani kegiatan yang menyenangkan dan menyalurkan hobi
  • Berkumpul dengan orang-orang terkasih

Pola hidup sedentari dan diet yang tidak sehat dapat berkontribusi pada meningkatnya risiko penyakit di kalangan lansia. Data menunjukkan bahwa lebih banyak lansia tinggal di perkotaan dibandingkan di pedesaan, dan jumlah lansia perempuan lebih besar dibandingkan laki-laki. Penelitian di Samarinda menunjukkan bahwa banyak lansia yang memiliki masalah kesehatan akibat kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak sehat.

Pentingnya Dukungan Keluarga dan Masyarakat

Pola makan yang sehat sangat berpengaruh pada kesehatan lansia, namun sering kali dipengaruhi oleh budaya dan keyakinan mereka. Keluarga memiliki peran penting dalam memastikan lansia mengonsumsi makanan sehat, terutama karena kemampuan pengecap mereka cenderung menurun.

Mengenai kualitas tidur, lansia umumnya membutuhkan 7-9 jam tidur, tetapi sering kali mengalami gangguan. Kualitas tidur yang buruk dapat berakibat pada gangguan emosional dan fisik. Oleh karena itu, penting bagi lansia untuk tetap aktif, berinteraksi dengan teman sebaya, dan melibatkan diri dalam kegiatan sosial.

Harapan untuk Masa Depan Lansia di Indonesia

Pemerintah telah menyediakan berbagai fasilitas, seperti posyandu lansia, dan organisasi seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah dapat berperan dalam menciptakan ruang sosial yang positif bagi lansia. Diharapkan semua lansia di Indonesia memperoleh jaminan kesehatan dan kesejahteraan yang merata, termasuk akses yang memadai di daerah pedesaan.