Pentingnya Pembangunan Berkelanjutan bagi Lingkungan, Ekonomi, dan Sosial di Indonesia
Jakarta (ANTARA) - Direktur Eksekutif Center for Energy Security Studies (CESS), Ali Ahmudin Achyak, menekankan bahwa pembangunan berkelanjutan memiliki tiga aspek utama yang berkontribusi positif bagi masa depan Indonesia. Ketiga aspek tersebut adalah ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial.
Dalam acara Launching Periode dan Diskusi Publik Energi Nasional di Jakarta pada Rabu, Ali menjelaskan bahwa ketiga aspek ini saling terkait dan sangat penting untuk diperhatikan dalam perencanaan pembangunan.
Ali menambahkan, saat ini banyak sektor yang berupaya mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan, yang dikenal lebih ramah lingkungan dan menghasilkan polutan lebih rendah. Hal ini menunjukkan bahwa perhatian terhadap dampak lingkungan semakin meningkat.
Dia memberikan contoh mengenai pembakaran biomassa dan batu bara. Meskipun keduanya melalui proses pembakaran, dampak yang ditimbulkan terhadap lingkungan sangat berbeda. Pembakaran biomassa berasal dari vegetasi yang lebih baru, sementara batu bara berasal dari bahan yang telah terakumulasi selama jutaan tahun di dalam tanah.
“Unsur kimia yang dihasilkan dari kedua sumber ini berbeda. Karbon dioksida yang dihasilkan dari pembakaran batu bara lebih berbahaya dibandingkan dengan biomassa, yang dapat dikendalikan oleh lingkungan,” jelas Ali.
Ali juga menjelaskan bahwa proses penambangan batu bara memiliki dampak lingkungan yang sangat tinggi dan tidak dapat mengembalikan lokasi tersebut ke kondisi semula. Sebaliknya, biomassa yang berasal dari tanaman dapat diperbaharui melalui proses penanaman kembali.
“Penambangan batu bara dapat menimbulkan risiko kerusakan alam dan keberlangsungan lingkungan di daerah sekitarnya. Oleh karena itu, energi terbarukan seperti biomassa lebih ramah lingkungan,” tutup Ali.




