Pengalaman dan Tips Lolos Program IISMA dari Awardee Unair Muhammad Raiyan Fajri
Sumber Foto: Medcom.id
Sudut Aspek

Pengalaman dan Tips Lolos Program IISMA dari Awardee Unair Muhammad Raiyan Fajri

Muhammad Raiyan Fajri, mahasiswa Akuntansi Universitas Airlangga (Unair), baru-baru ini terpilih untuk mengikuti program beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) selama satu semester di University of Groningen, Belanda. Raiyan memiliki motivasi kuat untuk mempelajari perkembangan bisnis di Eropa, khususnya dalam bidang manajemen inovasi dan kebijakan publik.

"Sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), saya sangat tertarik untuk memahami dinamika bisnis di Eropa. Manajemen inovasi dan kebijakan publik di sana memiliki pendekatan yang berbeda dibandingkan dengan di Indonesia," ungkapnya.

Selain itu, Raiyan juga berharap dapat bertukar budaya dengan masyarakat internasional, terutama dalam bidang kuliner. Dengan hobi kulinernya, ia ingin memperkenalkan beragam aspek budaya Indonesia, seperti makanan dan tarian, kepada masyarakat Belanda.

Raiyan membagikan beberapa tips bagi mahasiswa yang berencana mendaftar program IISMA. Pertama, ia menekankan pentingnya persiapan awal, terutama dalam mempersiapkan tes bahasa Inggris. Ia juga menyarankan agar peserta memaksimalkan waktu untuk menulis esai, karena tahun ini peserta diwajibkan untuk menulis empat esai dengan topik yang berbeda.

"Menunda penulisan dapat membuat esai kita terlihat kurang maksimal. Dengan mencicil esai sejak awal, kita dapat menghindari terburu-buru dan memiliki waktu untuk merevisi," jelasnya.

Raiyan juga menekankan pentingnya persiapan administrasi, seperti Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dan surat bebas narkoba. Ia menyarankan agar peserta memperhatikan jadwal dan tenggat waktu pengumpulan berkas yang ditetapkan oleh IISMA.

"Meskipun pengurusan berkas ini biasanya tidak memakan waktu lama, pengumpulan yang terlambat dapat memengaruhi proses pendaftaran. Oleh karena itu, sebaiknya urus berkas-berkas tersebut lebih awal," tambahnya.

Setelah dinyatakan lolos, peserta akan menghadapi tahap seleksi wawancara, yang dianggap Raiyan sangat penting. Ia menegaskan bahwa meskipun IPK dan tes bahasa Inggris menjadi kriteria awal, esai dan wawancara adalah faktor penentu akhir dalam proses seleksi.

"Pastikan kalian memanfaatkan dengan baik tahap ini. Latihan wawancara dan meminta bantuan teman untuk mengoreksi esai dapat sangat membantu," pesan Raiyan.

Dengan pengalaman dan persiapan yang matang, Raiyan siap untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dan berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pertukaran budaya antara Indonesia dan Belanda.