Penerapan Teknologi Informasi Tingkatkan Produktivitas Perkebunan Sawit
shutterstock 1729834576 scaled
Share
Di tengah pandemi, perusahaan sawit pengguna teknologi informasi di perkebunan sawit mendapatkan nilai tambah tinggi. Data real time lebih mudah diperoleh dan pengambilan keputusan lebih cepat dilakukan.
Saat ini, perkebunan kelapa sawit yang berada di remote area masih menghadapi keterbatasan jaringan informasi untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Pada hal, era revolusi teknologi informasi telah menghadirkan kecanggihan dan kemudahan sehingga data dapat diperoleh secara harian dapat diketahui dalam hitungan jam bahkan menit.
Dengan perkembangan teknologi digital dewasa ini membuka peluang yang besar untuk tercapainya precision agriculture sehingga mewujudkan efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan kebun. Itu sebabnya, ketepatan dan kecepatan mendapatkan data serta mengolahnya telah menjadi kebutuhan industri sawit.
Saat ini, beberapa pemain besar di industri sawit telah menerapkan model teknologi informasi dalam setiap lini kegiatan. Salah satu bentuknya adalah dengan menggunakan aplikasi berbasis internet untuk memfasilitasi manajemen dalam mengembangkan sistem kerja yang lebih efektif serta efisien. Data yang ada kemudian diolah manajemen untuk mengembangkan model sistem kerja operasional yang lebih produktif, efektif, efisien yang sesuai dengan perkembangan jaman.
Penggunaan teknologi merupakan instrumen tepat dalam mengantisipasi dampak kebijakan moratorium perluasan kebun kelapa sawit. Seperti diketahui, kebijakan moratorium mewajibkan perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk terus meningkatkan produktivitas serta melakukanpekerjaan dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan kinerja perseroan secara terukur, tepat, cepat dan akurat.
Teknologi digital menjadikan produksi sawit kian prima
Hampir semua sektor bisnis di masa pandemi Covid-19 terganggu. Hampir 1,5 tahun masyarakat dunia, tak terkecuali di Indonesia mengalami kendala akibat hadirnya virus Corona yang tidak hanya memakan korban jiwa namun juga berdampak pada melambatnya bisnis atau usaha.
Namun, hambatan itu tidak berdampak signifikan bagi sektor industri sawit. Justru sebaliknya, sektor industri sawit mampu mendongkrak perekonomian negara akibat merosotnya pendapatan dari sektor-sektor lain yang terdampak pandemi Covid-19.
1 2
Share. WhatsApp Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Email Telegram
Previous Article Menko Airlangga: Program Pesantrenpreneur Dorong Kemandirian dan Gerakkan Ekonomi Kerakyatan
Next Article Kerjasama Perhutanan Sosial Indonesia – Jerman
Berita Terkait
IPB Training, Didukung BPDPKS dan Ditjen Perkebunan Berikan Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Petani di Provinsi Aceh
Advertorial
Musim Mas Bina Petani Swadaya Perempuan dan Istri Petani
Advertorial
Profil Buku Sustainability Sawit
Advertorial
Bagaimana Cara Memilih Penyedia Layanan Telekomunikasi yang Andal untuk Optimasi Bisnis Sawit?
Advertorial
Ngeri-ngeri Sedap, Harga CPO Sepanjang 2015-2023 Tidak Bergerak, Lalu Bagaimana Nasib Program Biodiesel dan Harga TBS Tahun Ini?
Advertorial
Timbangan Truk Thunder, Harga Ekonomis Manfaat Tetap Besar
Advertorial
Penyuluhan Pertanian Harus Berdampak Langsung Kepada Kesejahteraan Petani
Advertorial
Dubes Andri Hadi: EUDR Untungkan Eropa, Rugikan Negara Produsen Sawit
Advertorial
Pengusaha Ungkap Syarat Utama Agar Bursa CPO Bisa Membentuk Harga
Advertorial
Comments are closed.




