Pendapatan Industri Asuransi Jiwa Capai Rp238 Triliun, AAJI Fokus Kelola Klaim Kesehatan
Aspek News - Stabilitas.id — Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan total pendapatan industri mencapai Rp238,71 triliun, tumbuh 9,3% secara tahunan (year-on-year /YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh hasil investasi yang signifikan di tengah dinamika pasar modal domestik.
Meskipun pendapatan premi terkoreksi tipis 1,8%, jumlah tertanggung asuransi jiwa justru melonjak 8,6% mencapai 168,03 juta orang. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi masyarakat yang kini lebih memilih pola pembayaran premi reguler yang tumbuh 7,8%, menandakan minat proteksi jangka panjang yang kian kokoh.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, menekankan bahwa pelindungan nasabah tetap menjadi prioritas utama. Hal ini dibuktikan dengan realisasi pembayaran klaim dan manfaat sebesar Rp146,73 triliun kepada 9,59 juta penerima manfaat selama 2025.
BERITA TERKAIT
Pendapatan Premi Rp47,27 Triliun, Aset Industri Asuransi Jiwa Melesat Jadi Rp652,89 Triliun
Tekan Kebocoran Finansial, KPR Takeover Jadi Solusi Hemat Cicilan Hingga 40%
Laba Melesat 236%, Sun Life Indonesia Rilis Solusi Kesehatan Syariah ‘SHIFA Signature’
Tanpa Bayar Premi, Nasabah Payroll Permata Bank Kini Otomatis Terlindungi Astra Life
“Industri terus bertransformasi untuk menjunjung tinggi integritas. Penurunan klaim surrender (nilai tebus) sebesar 19% menunjukkan nasabah semakin sadar untuk mempertahankan polis mereka sebagai proteksi jangka panjang,” ujar Albertus dalam paparan kinerja di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Sorotan Klaim Kesehatan
Salah satu tantangan utama industri adalah lonjakan klaim asuransi kesehatan yang naik 9,1% menjadi Rp26,74 triliun. Menanggapi hal ini, AAJI menjadikan transformasi asuransi kesehatan sebagai fokus utama di 2026, didukung oleh implementasi POJK Nomor 36 Tahun 2025.
Langkah ini bertujuan agar pengelolaan klaim menjadi lebih terkendali dan transparan bagi pemegang polis. “Lewat regulasi baru ini, kami berharap produk asuransi kesehatan lebih berkelanjutan dan memberikan pelindungan optimal tanpa mengganggu stabilitas keuangan perusahaan,” tambah Ketua Bidang Center of Excellence AAJI, Handojo Gunawan Kusuma.
Di sisi aset, total investasi industri asuransi jiwa tumbuh menjadi Rp590,54 triliun. Diversifikasi portofolio dilakukan secara prudent dengan Surat Berharga Negara (SBN) sebagai instrumen terbesar senilai Rp248,25 triliun atau mencakup 42% dari total investasi.
Memasuki 2026, industri asuransi jiwa dihadapkan pada tenggat waktu penguatan permodalan dan kewajiban spin-off unit usaha syariah pada akhir tahun. AAJI terus mengawal anggota melalui pengembangan SDM via AAJI Industry University dan sertifikasi tenaga pemasar guna memastikan kesiapan operasional dan integritas agen di lapangan.***
Tags: #Asuransi Jiwa aaji Albertus Wiroyo Investasi SBN Keuangan Inklusif klaim asuransi Pendapatan Premi POJK Nomor 36 Tahun 2025 Spin-off Syariah Tertanggung Asuransi
Sebelumnya
Sinergi Satu Tahun Danantara, BNI Pertebal Dukungan Investasi SDM dan Akses Pendidikan
Selanjutnya
BTN Perkuat Dukungan Pendidikan Anak melalui Program “Danantara untuk Generasi Emas”
Tinggalkan Balasan
Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *
Komentar *
Nama *
Email *
Situs Web
Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.
BACA JUGA
Perkuat Sayap Bancassurance, Maybank Indonesia Caplok 51% Saham Asuransi Etiqa
oleh Stella Gracia
18 Juni 2026 - 10:59
Stabilitas.id – Emiten perbankan swasta PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) bersiap mempertebal portofolio bisnisnya di industri keuangan non-bank. Perseroan...
Rasio Klaim Tembus 108,72%, BPJS Kesehatan Bayar Rumah Sakit Rp500 Miliar Sehari
oleh Stella Gracia
15 Juni 2026 - 09:42
Stabilitas.id – Dana Jaminan Sosial (DJS) Kesehatan yang dikelola oleh BPJS Kesehatan kembali berada di bawah tekanan keuangan yang serius....
Izin Usaha Dicabut OJK, Asuransi Sonwelis Takaful Alihkan Portofolio Nasabah
oleh Stella Gracia
11 Juni 2026 - 10:39
Stabilitas.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi mencabut izin usaha perusahaan asuransi umum yang bergerak di lini prinsip syariah,...
Pendapatan Premi Prudential Indonesia Naik Rp21,1 Triliun, Produk Tradisional Melesat 16%
oleh Sandy Romualdus
4 Juni 2026 - 10:21
Stabilitas.id – Raksasa asuransi jiwa, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), membukukan total pendapatan premi sebesar Rp21,1 triliun sepanjang tahun...
Pendapatan Premi Rp47,27 Triliun, Aset Industri Asuransi Jiwa Melesat Jadi Rp652,89 Triliun
oleh Sandy Romualdus
4 Juni 2026 - 09:39
Stabilitas.id – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan kinerja keuangan industri asuransi jiwa nasional menunjukkan resiliensi yang kokoh pada kuartal...
OJK Dorong Reformasi Asuransi 2026, Siapkan Skema Tiering Modal Minimum
oleh Stella Gracia
3 Juni 2026 - 14:38
Stabilitas dan – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mengakselerasi program reformasi total pada sektor industri asuransi dan reasuransi nasional. Langkah...




