Pemuda Sebagai Penggerak Perubahan di Era Globalisasi dan Teknologi
KBRN, Gorontalo - Hidup di zaman yang berubah dengan sangat cepat, globalisasi dan kemajuan teknologi menghadirkan peluang besar, sekaligus tantangan yang tidak kecil. Dunia sedang menghadapi berbagai krisis, krisis ekonomi, krisis lingkungan, bahkan krisis kepercayaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan kepemimpinan.
Di tengah situasi inilah, peran pemuda menjadi sangat penting. Pemuda bukan hanya penonton perubahan, tetapi penggerak utama perubahan itu sendiri.
Hal ini disampaikan Staf Ahli Gubernur bidang Kemasyarakatan dan SDM Yosef P. Koton yang mewakili Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membuka Sosialisasi peningkatan kapasitas pemuda di Hotel El-Madinah Asrama Haji Kota Gorontalo, Kamis (13/11/2025) yang dihadiri Ketua KNPI Provinsi dan kabupaten kota, Kepala BNN provinsi Gorontalo, Kadispora Provinsi Gorontalo.
"Kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah bagian dari upaya kita menyiapkan generasi muda yang siap memimpin, berdaya saing, dan berkarakter kuat," kata Yosef P. Koton.
Yosef menegaskan pemuda hari ini adalah pemimpin hari ini juga, bukan sekadar pemimpin masa depan. Karena perubahan sudah dimulai sekarang, dan generasi muda adalah mereka yang paling cepat beradaptasi, berpikir kreatif, dan berani mengambil risiko.
Namun, untuk menjadi pemimpin yang sejati, tidak cukup hanya dengan semangat dan idealisme. Pemimpin muda harus memiliki integritas, empati, kemampuan komunikasi, dan visi yang jelas. Kepemimpinan sejati lahir dari kemampuan untuk mendengar, melayani, dan memberikan teladan.
Yosef juga menjelaskan tidak bisa menutup mata terhadap tantangan yang hadapi saat ini. Perubahan iklim, ketidakpastian ekonomi global, konflik sosial, serta pesatnya perkembangan teknologi, semua ini memerlukan pemimpin-pemimpin muda yang adaptif, kreatif, dan berani mengambil keputusan.
Sementara di tingkat lokal, juga menghadapi berbagai persoalan, pengangguran, urbanisasi, degradasi lingkungan, dan ketimpangan sosial. Pemuda tidak boleh berpangku tangan. Justru di sinilah letak tanggung jawab semua untuk hadir, berpikir, dan bertindak memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
"Pemerintah Provinsi berkomitmen kuat untuk memberdayakan pemuda sebagai mitra pembangunan. Kami terus berupaya menghadirkan berbagai program seperti pelatihan kepemimpinan dan kewirausahaan, pengembangan inovasi dan teknologi, serta fasilitasi komunitas dan organisasi kepemudaan di seluruh wilayah," ujar Yosef.
Ia percaya investasi terbaik yang dapat dilakukan hari ini adalah investasi pada generasi muda. Karena masa depan daerah dan bangsa ini akan ditentukan oleh sejauh mana menyiapkan kualitas kepemimpinan anak muda hari ini.
Ia berharap kegiatan ini bukan sekadar forum belajar, tetapi menjadi ruang refleksi dan kolaborasi. menggunakan kesempatan ini untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, membangun jejaring, dan menggali potensi diri.
"Saya yakin, dari ruangan ini akan lahir pemimpin-pemimpin muda yang tangguh, yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga memikirkan masyarakat dan bangsa. Pemimpin yang mampu melihat peluang di tengah krisis, dan mengubah tantangan menjadi kekuatan," ucap Yosef.
Kepemimpinan, menurutnya adalah tentang memberi pengaruh positif dan menyalakan semangat orang lain untuk bergerak bersama. Semua memiliki peran dalam menjawab tantangan zaman ini. Pemuda adalah energi bangsa, dan energi itu harus diarahkan pada hal-hal yang produktif, inovatif, dan berdampak positif.




