Pemprov Sumsel Tingkatkan Infrastruktur Jalan, Berantas Kendaraan ODOL
Sumber Foto: sumsel.akurat.co
Fokus Utama

Pemprov Sumsel Tingkatkan Infrastruktur Jalan, Berantas Kendaraan ODOL

Aspek News - AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kualitas infrastruktur jalan di seluruh wilayah kabupaten dan kota.

Upaya tersebut dilakukan dengan menekan potensi kerusakan jalan sekaligus memperkuat program pemeliharaan dan perbaikan jalan di berbagai daerah.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengatakan salah satu persoalan utama yang menjadi perhatian pemerintah saat ini adalah maraknya kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang dinilai menjadi penyebab terbesar kerusakan jalan.

Menurutnya, pemerintah daerah kini menaruh perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur jalan di seluruh wilayah provinsi yang terdiri dari 17 kabupaten dan kota.

“Seluruh wilayah Sumatera Selatan menjadi fokus kita dalam pembenahan infrastruktur, minimal untuk mencegah kerusakan. Kendaraan ODOL atau overdimensi dan overloading ini menjadi musuh utama kerusakan jalan,” ujar Herman Deru.

Ia menjelaskan, selain melakukan upaya pencegahan terhadap kendaraan yang melanggar aturan muatan, pemerintah juga terus melakukan pemeliharaan serta perbaikan jalan yang kondisinya sudah mengalami kerusakan.

Namun, pelaksanaan perbaikan infrastruktur tersebut tetap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Pemeliharaan dan perbaikan tetap dilakukan, tetapi hal itu tentu sangat bergantung pada kondisi keuangan daerah yang tersedia,” jelasnya.

Tidak hanya jalan umum, perhatian pemerintah juga tertuju pada pengelolaan jalan tol yang ada di wilayah Sumatera Selatan. Menurut Deru, pengelola jalan tol harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat sebagai pengguna jalan.

Ia menekankan bahwa keberadaan jalan tol sebagai fasilitas berbayar harus diimbangi dengan kualitas layanan yang baik, mulai dari kenyamanan hingga keamanan bagi para pengguna.

“Jalan tol adalah jalan berbayar, artinya pelayanan harus menjadi prioritas. Jika pelayanan tidak sesuai harapan pengguna, tentu akan muncul kritik dan keluhan dari masyarakat. Hal itu harus dibarengi dengan perbaikan,” katanya.