Pemprov Riau Luncurkan Inisiatif Green for Riau untuk Pemulihan Lingkungan
Aspek News - Pekanbaru, InfoPublik — Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi dan Dialog Strategis Implementasi Green for Riau Initiative di Kantor DLHK Provinsi Riau, Kamis (26/2/2026).
Program Green for Riau resmi diluncurkan pada 8 Mei 2025. Program ini bertujuan mendorong pemulihan lingkungan dan penurunan emisi, pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi hijau, serta membuka akses pendanaan karbon global melalui skema REDD+.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pemanfaatan Hutan DLHK Provinsi Riau, Matnuril, menyebut kolaborasi pentaheliks menjadi kunci utama terwujudnya program tersebut. Kolaborasi itu melibatkan pemerintah, akademisi, sektor swasta, aparat penegak hukum, hingga masyarakat.
“Kerja sama atau kolaborasi adalah kunci utamanya,” ujar Nuril.
Ia menjelaskan, Riau dipilih sebagai lokasi program karena memiliki posisi strategis dengan tantangan lingkungan yang signifikan di tingkat global. Provinsi Riau juga memiliki kawasan hutan dan lahan gambut yang luas serta krusial bagi keseimbangan ekosistem.
Menurutnya, saat ini Provinsi Riau masih berada pada tahap persiapan implementasi Green for Riau. Program tersebut telah memiliki surat keputusan gubernur sebagai dasar hukum untuk memastikan pelaksanaan ekonomi hijau dan penurunan emisi gas rumah kaca berjalan sesuai target.
“Green for Riau memerlukan rencana aksi yang perlu disusun bersama, baik oleh organisasi perangkat daerah (OPD) di Provinsi Riau maupun unit pelaksana teknis (UPT) kementerian yang ada di Riau,” jelasnya.
Melalui rapat koordinasi dan dialog strategis tersebut, Pemprov Riau berupaya mematangkan rencana implementasi program ke depan.
“Pertemuan ini merupakan langkah Pemprov Riau dalam menyampaikan rencana Green for Riau ke depan. Tujuan program ini memperkuat tata kelola hutan dan lahan gambut, meningkatkan integrasi kebijakan mitigasi perubahan iklim dan kehutanan di tingkat provinsi, serta memastikan keselarasan dengan kebijakan nasional, termasuk FOLU Net Sink 2030 dan kerangka safeguards REDD+,” pungkas Nuril.
(Mediacenter Riau/nv)
Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber infopublik.id




