Pemkot Bandung Fokus Selamatkan Lahan dan Kawasan Lindung Kebun Binatang
Sumber Foto: Pikiran Rakyat Koran
Fokus Utama

Pemkot Bandung Fokus Selamatkan Lahan dan Kawasan Lindung Kebun Binatang

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan memastikan penyelesaian persoalan Kebun Binatang Bandung berfokus pada penyelamatan empat aspek utama. Hal tersebut disampaikannya di Pendopo Kota Bandung, Rabu 25 Februari 2026. /Istimewa/

KORAN-PIKIRAN RAKYAT – Setelah disegel sejak awal Februari lalu, nasib Kebun Binatang Bandung kini memasuki tahap finalisasi kebijakan dari komite yang menanganinya. Komite tersebut meliputi unsur dari Pemerintah Kota Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Kementerian Kehutanan.

Komite itulah yang akan menentukan konsep baru pengelolaan kawasan kebun binatang, termasuk menyeleksi lembaga konservasi yang berpotensi menjadi pengelola Kebun Binatang Bandung yang baru. Seluruh prosesnya ditargetkan selesai tiga bulan sejak penyegelan.

Di sisi lain, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan empat aspek penting dalam pengelolaan kebun binatang ke depan. "Itu harus gol. Yang mau kita selamatkan itu air dan kawasan lindungnya. Kedua, lahannya kita selamatkan," kata Farhan, Kamis 26 Februari 2026.

Menurut Farhan, kawasan Kebun Binatang Bandung memiliki nilai ekologis penting, terutama terkait sumber air dan fungsi kawasan lindung. Lahannya pun bukan sekadar aset biasa, melainkan memiliki amanat hukum dan nilai sosial yang tidak boleh diabaikan.

Selain itu, perlindungan terhadap pegawai kebun binatang yang telah bekerja puluhan tahun turut menjadi fokus utama. Pemkot akan memperjuangkan afirmasi agar pengelola baru memprioritaskan tenaga kerja lama.

Farhan mengaku ada banyak aturan ketenagakerjaan yang perlu diperhatikan, sehingga proses afirmasi tersebut membutuhkan pendekatan hati-hati dan legal. "Siapa pun yang jadi pengelola harus mengutamakan pegawai yang sekarang. Itu harus diperjuangkan. Dalam perjuang­an tak ada jaminan, tapi harus diperjuangkan," katanya.

Dia menambahkan, fokus penyelamatan lainnya ialah menyangkut identitas pendiri dan nilai historis kebun binatang. "Warisan sejarah artinya kita tidak boleh melupakan siapa pendirinya, siapa keturunannya, itu tidak boleh dilupakan," ujarnya.

Farhan pun membantah tudingan yang menyebut dirinya sebagai mafia tanah yang terlibat dalam upaya penguasaan lahan Kebun Binatang. "Saya sebagai wali kota harus membereskan semuanya, tata kelolanya dan dasar-dasar hukumnya saya bereskan," ucapnya.***

Berita Pilihan

Wali Kota Bandung Ungkap Tiga Opsi Masa Depan Kebun Binatang Bandung, dari Pertahankan Hingga Jadi RTH Saja

Negara Hadir di Kebun Binatang Bandung: Aset Daerah Diamankan, Satwa Diselamatkan

Masa Transisi Kebun Binatang Bandung 3 Bulan, Pemkot dan Kemenhut Bentuk Komite Seleksi

Ahli Waris Ema Bratakusumah Klaim Lahan Kebun Binatang Bandung Milik Keluarga

Kebun Binatang Bandung Dipertimbangkan Buka Saat Lebaran

Kebun Binatang Bandung, Memilih Peradaban atau Konflik

Tags

Kota Bandung

Kebun Binatang Bandung

Muhammad Farhan

Terkini

Komisi II DPRD Jabar Dorong Penguatan IKM Jawa Barat untuk Tingkatkan Daya Saing 29 April 2026, 20:23 WIB

Kesehatan Satwa Bandung Zoo Dipantau Intensif, DKPP Gandeng Tim Dokter Hewan Gabungan 29 April 2026, 17:22 WIB

Hujan Angin di Bandung Rusak 25 Rumah di Cangkuang, 67 Warga Soreang Terdampak 29 April 2026, 09:10 WIB

Disdukcapil Bandung Layani 143 Warga Binaan Lapas Banceuy 29 April 2026, 09:00 WIB

Kejari Bandung Musnahkan 5,5 Kg Sabu dan 11,8 Kg Ganja, Didominasi Obat Keras 29 April 2026, 08:50 WIB