Pemkab Mamuju Tingkatkan Sektor Kelautan Melalui Teknologi Digital
Aspek News - RRI.CO.ID, Mamuju – Penguatan sektor kelautan melalui pemanfaatan teknologi menjadi salah satu fokus Pemerintah Kabupaten Mamuju sebagai upaya pengembangan ekonomi biru di wilayah pesisir.
Hal tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Pemerintah Daerah (Pemda) bekerja sama dengan tim peneliti Universitas Hasanuddin melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta melibatkan kolaborasi riset internasional dari Australia.
Dalam forum tersebut, dibahas riset bertajuk Technology Digital Tools for Seaweed Farm Management and Monitoring (SeaTech) yang dipaparkan oleh Prof. Dr. Nurjannah Nurdin bersama tim.
Nurjannah menjelaskan, riset tersebut memanfaatkan teknologi terkini untuk menghasilkan data dengan tingkat akurasi tinggi. Data tersebut selanjutnya akan diintegrasikan dalam sebuah dashboard berbasis aplikasi real-time.
“Data yang dihasilkan akan diolah menjadi dashboard Mamuju. Aplikasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, pemerintah daerah, maupun sektor swasta sebagai dasar dalam pengambilan keputusan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Asisten II Setda Mamuju, Jufri Badau, menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menempatkan sektor kelautan sebagai salah satu prioritas.
Ia menilai, kolaborasi riset berbasis teknologi menjadi langkah strategis untuk mendorong produktivitas sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
“Kami menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah konkret dalam mendorong ekonomi biru di Mamuju. Pendekatan berbasis riset dan teknologi menjadi kunci dalam pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan,” kata Jufri.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Mamuju, Muhammad Yusuf, menegaskan bahwa hasil riset tersebut akan dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan berbasis data.
Menurutnya, penerapan teknologi digital seperti SeaTech dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat sistem monitoring dalam kegiatan budidaya.
“Teknologi ini diharapkan menjadi terobosan dalam pengelolaan budidaya, sehingga lebih terukur, efisien, dan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya laut,” tandasnya.




