Pelatihan Enumerator untuk Inventarisasi Tanah Ulayat di Aceh
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) bekerja sama dengan Pusat Riset Hukum, Islam, dan Adat Universitas Syiah Kuala (PRHIA-USK) menyelenggarakan pelatihan bagi tim surveyor dan enumerator dalam rangka inventarisasi dan identifikasi tanah ulayat di Provinsi Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel The Pade, Aceh Besar, pada Rabu, 17 Agustus 2023.
Menurut Ketua Tim Penelitian ATR/BPN-LPPM USK, Dr. Sulaiman Tripa, pelatihan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi di antara para surveyor dan enumerator yang terlibat. Sebanyak 34 peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri dari 14 tim pelaksana, 10 tim leader surveyor/enumerator, dan 10 tim spasial. Dalam kegiatan ini, tiga narasumber yang berkompeten turut dihadirkan, yaitu Prof. Dr. Kurniawarman, S.H., MH dari Universitas Andalas, Dr. Kamaruzzaman Bustamam Ahmad dari UIN Ar-Raniry, dan Dr. M. Rusdi dari Universitas Syiah Kuala.
Pelatihan dibuka oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof. Dr. Taufik Fuadi Abidin. Dalam sambutannya, ia berharap hasil dari riset ini dapat memetakan tanah ulayat di Aceh secara digital dan spasial, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengambil kebijakan di daerah dan nasional.
Pada kesempatan yang sama, Tenaga Ahli Bidang Hukum Adat Kementerian ATR/BPN, Dr. M Adli Abdullah, mengharapkan para surveyor dapat bekerja dengan profesional untuk menyukseskan proses inventarisasi dan identifikasi tanah ulayat. Ia menekankan bahwa studi ini bertujuan untuk mengungkap keberadaan tanah ulayat yang sebenarnya, bukan untuk menciptakan data yang tidak ada.
Dr. M Adli Abdullah juga menjelaskan pentingnya subjek hukum, yaitu masyarakat hukum adat, dalam pengakuan dan legalitas tanah ulayat. Ia menekankan bahwa tanah ulayat perlu didokumentasikan oleh negara agar dapat digunakan oleh masyarakat yang berhak, seperti mukim di Aceh.
Acara ini juga dihadiri oleh Kasubdit Kementerian ATR/BPN Ibu Setyo, Sekretaris Senat USK Dr. Azhari S.H., MA, MCL, serta tim pelaksana program dan surveyor/enumerator. Kementerian ATR/BPN telah mempercayakan PRHIA-USK untuk melakukan riset ini, yang juga mencakup Provinsi Kepulauan Riau.




