Pandangan Alenjro Tukayo tentang Proyek Strategis Nasional di Papua
CEPOSONLINE.COM, JAYAPURA - Proyek Strategis Nasional (PSN) masih memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat. Di satu sisi, pemerintah pusat menganggap PSN sebagai solusi untuk masalah ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, di sisi lain, banyak kelompok masyarakat di Papua yang merasa bahwa proyek ini berpotensi merugikan mereka, menganggapnya sebagai bentuk perampasan yang sistematis dan pengabaian terhadap hak-hak mereka sebagai penduduk asli.
Salah satu aktivis muda asal Papua, Alenjro E.F. Tukayo, memiliki sudut pandang yang berbeda mengenai PSN. Menurutnya, proyek ini bisa dilihat sebagai tantangan sekaligus peluang bagi masyarakat Papua. Alenjro mengikuti berbagai dinamika terkait proses pembangunan nasional dan mengemukakan beberapa langkah untuk menciptakan Papua yang damai.
Langkah-langkah untuk Menyikapi PSN
- Analisis Dampak Lingkungan (Amdal): Alenjro menekankan pentingnya perusahaan yang mengelola PSN untuk memperhatikan Amdal agar kegiatan mereka tidak merusak alam dan lingkungan sekitar.
- Mediasi dengan Masyarakat Adat: Untuk menghindari konflik dengan pihak-pihak yang memiliki hak ulayat, perusahaan perlu melakukan mediasi dengan masyarakat adat. Proses ini sebaiknya melibatkan tempat-tempat budaya seperti rumah adat untuk mencari solusi bersama.
- Pembangunan Infrastruktur: Alenjro menyarankan agar perusahaan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal, seperti pembangunan jalan, sekolah, dan tempat ibadah di daerah operasi mereka.
- Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM): Masyarakat lokal perlu diberdayakan melalui pendidikan dan pelatihan agar mereka dapat berkontribusi di perusahaan yang menjalankan PSN.
- Peluang bagi Mahasiswa Papua: Ia juga mengajak mahasiswa Papua, terutama yang memiliki latar belakang pendidikan ekonomi, pertanian, dan kehutanan, untuk melihat PSN sebagai kesempatan untuk berpartisipasi dalam dunia kerja yang dihadirkan oleh proyek ini.
"Dalam pandangan saya, teman-teman yang bergelar sarjana ekonomi atau pertanian dan kehutanan seharusnya melihat ini sebagai peluang. Terdapat nilai bisnis yang dapat diambil, namun aspek pemberdayaan masyarakat dan kearifan lokal juga harus menjadi perhatian utama," ungkap Alenjro dalam rilisnya.




