NOC Indonesia Siap Protes Kebijakan OCA yang Ancam Partisipasi Sepak Bola di Asian Games 2026
Sumber Foto: Wartakotalive.com
Olahraga

NOC Indonesia Siap Protes Kebijakan OCA yang Ancam Partisipasi Sepak Bola di Asian Games 2026

Ringkasan Berita:

Timnas Sepak Bola Indonesia terancam tak bisa berlaga di Asian Games 2026 akibat kebijakan sistem grading OCA yang hanya membatasi peserta menjadi 16 negara.

Protes NOC Indonesia: Raja Sapta Oktohari menilai kebijakan tanpa kualifikasi ini tidak lazim dan akan melayangkan protes keras kepada Presiden OCA serta tuan rumah Jepang.

Upaya Diplomasi: NOC Indonesia bersama Kemenpora tengah melakukan lobi internasional untuk memastikan inklusivitas dalam ajang multi-event terbesar di Asia tersebut.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari panggung olahraga Asia.

Cabang olahraga paling populer, sepak bola, terancam tidak bisa diikuti oleh Timnas Indonesia pada ajang Asian Games Nagoya 2026.

Hal ini menyusul kebijakan kontroversial dari Olympic Council of Asia (OCA) dan AFC yang berencana menerapkan sistem grading ketat tanpa melalui proses kualifikasi.

Kebijakan baru tersebut membatasi jumlah peserta hanya menjadi 16 negara terbaik saja, menyisihkan hampir 30 negara anggota OCA lainnya.

Langkah ini dinilai tidak hanya mencederai semangat sportivitas, tetapi juga mengancam hak partisipasi negara-negara Asia yang tengah berkembang pesat di kancah sepak bola.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia), Raja Sapta Oktohari, menyatakan keberatan mendalam atas rencana tersebut.

Menurutnya, Asian Games seharusnya menjadi pesta olahraga yang inklusif bagi seluruh anggota, bukan justru membatasi akses melalui sistem peringkat yang tertutup.

“Jika sepak bola diproses melalui sistem grading tanpa kualifikasi, itu sangat tidak biasa. Biasanya di Asian Games semua negara ikut serta. Sosialisasi kebijakan seperti ini harus disampaikan secara adil dan transparan,” ujar Oktohari saat ditemui di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Lobi Intensif dan Protes ke Tuan Rumah Jepang

NOC Indonesia tidak tinggal diam.

Oktohari menegaskan telah berkomunikasi intensif dengan Menpora Erick Thohir untuk membawa masalah ini ke level internasional.

Pihaknya berencana menyampaikan protes resmi kepada Presiden OCA dan juga pihak tuan rumah, Jepang.

Okto menekankan bahwa sepak bola memiliki basis penggemar terbesar.

Menghilangkan partisipasi banyak negara, termasuk Indonesia yang memiliki gairah sepak bola luar biasa, justru akan menurunkan nilai dan daya tarik Asian Games itu sendiri.

“Yang pasti, tuan rumah tidak boleh bertindak semena-mena. Kami akan terus menyuarakan hal ini bersama federasi sepak bola Asia lainnya yang terdampak. Banyak pertimbangan yang harus dilihat sebelum kebijakan ini diresmikan,” tegasnya.

Hingga saat ini, publik dan NOC Indonesia masih menanti keputusan final dari OCA.

Upaya lobi diplomatik di dunia olahraga kini menjadi tumpuan harapan agar bendera Merah Putih tetap bisa berkibar di cabang sepak bola Nagoya 2026.