Meningkatnya Konflik Global: Pentingnya Resiliensi Fiskal
Sumber Foto: detikNews
Internasional

Meningkatnya Konflik Global: Pentingnya Resiliensi Fiskal

Aspek News -

Home

Berita

Jabodetabek

Internasional

Hukum

detikX

Kolom

Blak blakan

Pro Kontra

Infografis

Foto

Video

Indeks

detikNews Kolom

Bagikan opini, gagasan, atau sudut pandang Anda mengenai isu-isu terkini

Kirim Tulisan

Hasanuddin Wahid

Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi PKB.

Catatan: Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mencerminkan pandangan Redaksi detik.com

Jakarta -

Dunia sedang memasuki fase instabilitas yang belum pernah terjadi sejak berakhirnya Perang Dingin. Data dari Uppsala Conflict Data Program (UCDP) mencatat peningkatan signifikan konflik berbasis negara hingga mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade terakhir. Konflik tidak hanya meningkat dalam jumlah, tetapi juga dalam intensitas dan durasi.

Data terbaru Global Peace Indeks (GPI) menunjukkan bahwa angka korban akibat perang hingga 2025 mencatat rekor tertinggi sepanjang abad ke-21, dengan ratusan ribu korban jiwa dan jutaan orang mengungsi akibat konflik bersenjata yang terus meluas.

Tampaknya, perang dan kekerasan bersenjata belum surut dan masih berlanjut di berbagai kawasan pada tahun 2026 ini. Oleh karena itu GPI memproyeksikan, selama tahun 2026, perang Ukraina melawan Rusia akan menelan sekitar 28.300 korban jiwa, dan konflik Gaza konflik akan menyebabkan sekitar 7.700 kematian.