Mengenang Ronny Pattinasarany: Ikon Pertahanan Timnas di SEA Games
Sumber Foto: Kita Garuda ID
Olahraga

Mengenang Ronny Pattinasarany: Ikon Pertahanan Timnas di SEA Games

Di tengah geliat sepak bola Indonesia era 1970an, nama Ronny Pattinasarany hadir sebagai simbol penting.

Lahir di Makassar pada 9 Februari 1949, Ronny menjelma menjadi sosok pemain belakang yang sulit tergantikan di jantung pertahanan Timnas Indonesia.

Pemain ini bukan tipe yang banyak bicara. Tetapi cara dia membaca permainan, memotong serangan lawan, dan mendistribusikan bola dari lini belakang menjadikannya figur sentral bagi Garuda.

Dalam rentang 1970 hingga 1981, Ronny mencatatkan 31 caps bersama Timnas Indonesia. Dari posisinya sebagai bek, bahkan sering berperan sebagai libero, ia juga mampu menyumbang enam gol di ajang internasional. Tentunya, itu bukan capaian main-main bagi seorang pemain belakang.

Panggung SEA Games menjadi momen yang mempertegas kehadiran Ronny. Ia jugalah yang menjadi bagian penting dari generasi yang membawa Indonesia meraih medali perak pada edisi 1979 dan 1981.

Di era ketika persaingan Asia Tenggara berlangsung keras dan sarat tekanan, Indonesia mampu berdiri di partai puncak bersama Ronny di lini belakang.

Gaya bermainnya bersih dan disiplin, serta mampu menjadi jangkar untuk menjaga keseimbangan permainan.

Ronny Pattinasarany juga dikenang sebagai kapten elegan. Pada masa itu, karismanya terlihat lewat keputusan-keputusan kecil yang menentukan arah pertandingan.

Ronny berpulang pada 19 September 2008 di Jakarta. Namun jejaknya tetap tertanam dalam sejarah sepak bola nasional dan bagian dari generasi yang menjaga kehormatan skuad Merah Putih di ajang SEA Games.