Mengapa Pelaku Kejahatan Seringkali Adalah Orang Terdekat?
Sumber Foto: unair.ac.id
Sudut Aspek

Mengapa Pelaku Kejahatan Seringkali Adalah Orang Terdekat?

Tindakan kejahatan dapat dialami oleh siapa saja dan sering kali pelakunya adalah sosok yang tidak terduga. Fenomena ini, yang sering dilaporkan di media, menunjukkan bahwa pelaku kekerasan bisa berasal dari lingkungan terdekat, seperti suami, anak, saudara, atau bahkan tetangga. Berbagai faktor bisa menjadi pemicu terjadinya tindakan kriminal ini.

Relasi Kuasa dalam Kekerasan

Menurut Tiara Diah Sosialita, seorang dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, terdapat beberapa aspek psikologis yang berkontribusi terhadap perilaku kejahatan yang dilakukan oleh orang terdekat. Pertama, adanya rasa kedekatan yang terjalin antara pelaku dan korban. Tiara menjelaskan bahwa pelaku sering merasa memiliki kontrol dan kuasa atas korbannya, yang bisa berupa pasangan, kerabat, atau anak. Dalam kasus ini, pelaku biasanya merasa superior dan menggunakan kekuasaan tersebut untuk memaksakan kehendak.

Kekerasan Fisik dan Psikis

Kekerasan yang dilakukan oleh orang terdekat tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga psikis. Masalah emosional seperti cemburu atau iri hati dapat memicu keinginan untuk melakukan tindakan kejahatan. Tiara menekankan bahwa pengalaman traumatis yang tidak dikelola dengan baik juga dapat berkontribusi dalam perilaku ini. Pelaku yang mengalami trauma mungkin tidak mampu mengendalikan emosi mereka, sehingga melampiaskannya kepada orang-orang terdekat.

Pentingnya Kesadaran Emosional

Tiara juga mengingatkan pentingnya mengenali bentuk emosi diri sendiri. Kesadaran akan emosi yang dirasakan dapat membantu individu untuk menghindari tindakan yang bisa membahayakan orang lain. Jika seseorang menyadari bahwa emosi yang dialaminya berpotensi membahayakan, penting untuk mencari bantuan dan dukungan. Dengan demikian, tindakan kejahatan dapat dihindari atau setidaknya tidak terulang di masa depan.

Dengan memahami faktor-faktor psikologis di balik tindakan kriminal yang melibatkan orang terdekat, diharapkan masyarakat dapat lebih waspada dan mencegah kekerasan dalam hubungan interpersonal.