Megawati Soekarnoputri Ungkap Sisi Gelap di Balik Kemewahan Istana
Sumber Foto: TINTAHIJAU.com
Sudut Aspek

Megawati Soekarnoputri Ungkap Sisi Gelap di Balik Kemewahan Istana

Pandangan Megawati Soekarnoputri tentang Istana

SUBANG, TINTAHIJAU.com – Dalam sebuah wawancara eksklusif di program ROSI KOMPAS TV, Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-5 Republik Indonesia dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengungkapkan pandangannya mengenai Istana Kepresidenan. Ia menyoroti bahwa di balik kemewahan dan gemerlap yang sering terlihat, terdapat sisi gelap yang perlu diperhatikan.

Megawati, yang dibesarkan di lingkungan Istana, menggambarkan pengalaman tersebut dengan mengatakan bahwa meski banyak lampu menerangi setiap sudut, ada juga lorong-lorong gelap yang tidak tersentuh cahaya. Dari pengalaman ini, ia mencetuskan istilah 'sisi gelap istana', yang merujuk pada dinamika kekuasaan.

Pentingnya Ketahanan Seorang Pemimpin

Dalam wawancaranya, Megawati menjelaskan bahwa menjadi seorang pemimpin memerlukan ketahanan yang kuat. Menurutnya, banyak individu yang memiliki niat buruk berusaha mendekati kekuasaan. Ia menekankan bahwa pengalaman tersebut menunjukkan daya hipnotis yang besar dari kekuasaan.

Refleksi dari Masa Lalu

Megawati juga membagikan pengalamannya terkait ayahnya, Presiden Soekarno. Ia menceritakan bagaimana banyak orang yang ingin bertemu dengan Soekarno ketika menjabat sebagai presiden seumur hidup. Namun, setelah Soekarno turun dari jabatannya pada 20 Februari 1967, dukungan yang sebelumnya mengalir deras mulai surut.

Peringatan untuk Kader PDIP

Pernyataan tentang 'sisi gelap Istana' juga disampaikan Megawati kepada para kader PDIP pada penutupan Rakernas II di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ia menegaskan bahwa sisi gelap tersebut akan semakin terlihat jika sistem pemerintahan tidak dijalankan dengan baik dan hanya fokus pada kekuasaan semata.

Dengan pandangannya ini, Megawati memberikan peringatan yang kritis mengenai realitas di balik kemewahan Istana, mengingatkan bahwa pemerintahan yang baik harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak hanya terfokus pada aspek kekuasaan.