LPS Gelar Edukasi Keuangan Bersama Komunitas Kreatif di Malang
Sumber Foto: Malang Posco Media
Sosial

LPS Gelar Edukasi Keuangan Bersama Komunitas Kreatif di Malang

Aspek News - Berita Lainnya

Rupiah Melemah Lagi, Jadi Rp17.859 per Dolar AS

14 hours ago

Sambut Liburan Sekolah, Hotel di Malang Siapkan Program Menarik

1 day ago

Triwulan 1 2026, Sektor Jasa Keuangan di Malang Terjaga Stabil

1 day ago

Budaya Defensive Driving dan Smart e-Mirror Menunjang Keselamatan Berkendara

1 day ago

Pengalaman Nyata Mitsubishi XFORCE di Mata Wanita: Nyaman, Aman, dan Penuh Kesan

1 day ago

Berita Terbaru

Ribuan Jemaah Doakan Korban Tragedi Kanjuruhan Bareng Gus Iqdam

2 hours ago

RMI PBNU Dan SAKA Pesantren; Deklarasi Gerakan Pesantrenku Aman

2 hours ago

Kerja Sama Internasional, Koperasi SBW Terima Kunjungan Angkasa Selangor Malaysia

2 hours ago

Kerja Sama Internasional, Koperasi SBW Terima Kunjungan Angkasa Selangor Malaysia

2 hours ago

Baca Semua

Malang Posco Media, Malang – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus memperkuat penetrasi informasi mengenai pentingnya keamanan simpanan perbankan. Melalui kegiatan bertajuk “Edukasi dan Literasi Keuangan LPS Bersama Komunitas”, LPS menyasar berbagai komunitas hobi dan kreatif di Kota Malang untuk menjadi perpanjangan tangan sosialisasi kepada masyarakat luas.

Acara yang digelar bersama Radio MFM di Green Leaf Restaurant, Malang, Jumat (27/2) ini menghadirkan narasumber utama dari LPS dan OJK untuk memberikan pemahaman komprehensif mengenai ekosistem keuangan yang aman.

-Advertisement-

Kepala LPS II, Bambang S. Hidayat, mengungkapkan langkah merangkul komunitas merupakan strategi untuk mendapatkan eksposur masyarakat yang lebih luas. Berbeda dengan kegiatan sebelumnya yang berfokus pada UMKM di wilayah Batu, kali ini LPS ingin menyentuh keberagaman komunitas yang ada di Kota Malang.

“Malang merupakan simbol ekonomi kreatif. Ternyata komunitasnya sangat beragam, mulai dari otomotif, sport, hingga komunitas tarot. Mereka semua adalah bagian dari masyarakat yang menjadi sasaran utama kami untuk edukasi mengenai tugas dan fungsi LPS,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, keterlibatan komunitas diharapkan dapat menciptakan efek bola salju dalam penyebaran informasi. Selain materi penjaminan, LPS juga memberikan nilai tambah dengan menghadirkan spesialis media sosial untuk membantu komunitas mengembangkan diri di ranah digital.

Sejalan dengan misi LPS, Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, yang turut hadir sebagai pembicara, mengingatkan pentingnya kewaspadaan di tengah maraknya penipuan investasi. Farid menekankan modus penipuan saat ini semakin canggih, bahkan mampu meniru tampilan aplikasi perbankan secara identik.

“Data tahun 2025 menunjukkan 21 persen pengaduan ke OJK adalah terkait penipuan. Kami ingatkan, pihak resmi tidak akan pernah meminta PIN atau OTP. Masyarakat harus jeli membedakan mana yang asli dan mana yang copy-paste,” tegas Farid.

Melalui kegiatan ini, LPS berharap anggota komunitas tidak hanya memahami bahwa simpanan mereka di bank dijamin oleh negara hingga Rp2 miliar, tetapi juga memiliki literasi yang kuat agar terhindar dari jeratan investasi bodong dan penipuan digital. (nda)

-Advertisement-