Lapangan Sepak Bola Baru di Desa Karang Diresmikan dengan Anggaran Rp1,6 Miliar
Ringkasan Berita:
Desa Karang memiliki lapangan baru, Gelora Desa Karang, dibangun di atas lahan 2 hektar dengan anggaran Rp1,6 miliar.
Dikelola BUMDES Sinar Abadi untuk sport tourism dan peningkatan PAD desa.
Sudah dipesan klub-klub Indonesia hingga Malaysia untuk TC, meski fasilitas pendukung masih dikembangkan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUNSOLO.COM, KARANGANYAR - Ada lapangan sepakbola baru di Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Lapangan yang menjadi kebanggaan warga itu dinamakan Gelora Desa Karang.
Lapangan ini dikelola oleh BUMDES Sinar Abadi milik Desa Karang.
Berdiri di atas lahan seluas sekitar 2 hektar, lapangan tersebut dulunya merupakan tanah kas desa yang tidak produktif.
Kepala Desa Karang, Dwi Purwoto, menjelaskan gagasan membangun lapangan baru muncul setelah Dana Desa mengalami pemangkasan. Desa perlu mencari sumber pendapatan alternatif.
"Kita punya lapangan dua, yang satu ini dan yang satu tidak standar, sehingga lapangan lama itu menyusahkan kita untuk mengeksplor diri menjadi sebuah magnet, jadi lapangan, jadi desa berfikir panjang bagaimana bisa meningkatkan pendapatan desa itu dari lapangan desa itu akhirnya kita bangun lapangan baru, yang bisa TC untuk klub liga Indonesia sekaligus berwisata sehingga UMKM di sini berdampak," kata Dwi, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, lahan tersebut kemudian ditukar guling menjadi tanah kas desa melalui peraturan desa setempat agar bisa dimanfaatkan secara optimal.
"Dulu tanah kas desa yang tidak produktif sehingga kita berpikir untuk menjadikan untuk projek lapangan desa sport tourism di Desa Karang," kata dia.
Pembangunan dimulai pada Juli 2025 dan rampung Februari 2026, dengan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar yang bersumber dari Dana Desa 2025 serta Pendapatan Asli Desa (PAD) selama dua tahun.
"Dana pembangunan itu dari dana Desa 2025 dan PAD kami selama dua tahun, dan Alhamdulillah Februari 2026 sudah jadi lapangannya," kata dia.
Untuk memastikan kualitas, pembangunan menggandeng pihak ketiga yang berpengalaman, yakni PT Harapan Jaya Lestarindo.
"Kita tidak mau pembangunan ini gagal, sehingga Pembangunan Lapangan Gelora Desa Karang melibatkan PT Harapan Lestarindo karena sudah dikenal pengalaman untuk membangun sejumlah stadion di Indonesia," kata dia.
Meski lapangan utama telah selesai, pengembangan belum berhenti.




