Lamb of God Luncurkan Single 'Blunt Force Blues', Hormati Komunitas Lokal
Aspek News - RICHMOND, jakrev.com – Lamb of God, ikon musik cadas dunia asal Richmond, Virginia, Amerika Serikat, baru saja meluncurkan single terbaru berjudul “Blunt Force Blues”.
Karya ini merupakan materi pemungkas yang diperkenalkan sebelum peluncuran album penuh mereka yang sangat dinantikan, “Into Oblivion” pada 13 Maret 2026 melalui label Epic Records.
“Blunt Force Blues” hadir sebagai kontras dari title track sebelumnya. Jika “Into Oblivion” mengeksplorasi dunia yang tengah bergejolak, lagu terbaru ini justru menjadi momen refleksi internal bagi band asal Richmond, Virginia tersebut.
Penghormatan terhadap Akar Underground
Dalam rilis resminya, vokalis Randy Blythe menekankan bahwa lagu ini adalah bentuk apresiasi terhadap komunitas lokal yang membentuk jati diri mereka.
“Kami belajar bermain musik dengan melihat dan bergaul dengan sesama musisi lokal. Pengaruh mereka bagi kami sama besarnya dengan band-band besar dari kota lain,” ujar Blythe sepeti dilansir Blabber Mouth pada Sabtu (28/2/2026).
Gitaris Mark Morton menambahkan bahwa album ini adalah representasi dari kematangan band yang telah berkarier lebih dari 25 tahun.
Menurutnya, Lamb of God kini berada dalam fase di mana mereka tidak lagi merasa terikat pada tren industri atau ekspektasi pasar. Fokus utama mereka hanyalah kejujuran dalam berkarya.
Secara teknis, “Into Oblivion” menjanjikan kualitas audio yang solid dengan keterlibatan produser Josh Wilbur.
Proses rekaman dilakukan secara organik di beberapa lokasi yang krusial bagi identitas band. Bagian drum direkam langsung di tanah kelahiran mereka, Richmond.
Gitar dan bass digarap di studio pribadi Morton. Kemudian, untuk bokal Blythe direkam di Total Access Studio, Redondo Beach, California, sebuah studio bersejarah yang pernah melahirkan album-album legendaris dari Black Flag dan Descendents.
Lamb of God tetap menjadi kekuatan yang tak terbendung di genre heavy music.
Dengan rekam jejak penjualan lebih dari tiga juta album dan satu miliar aliran (streams), album “Into Oblivion” diprediksi akan melanjutkan tradisi sukses mereka setelah album “Omens” (2022) berhasil menembus Top 15 Billboard 200.
Sebagai bagian dari promosi, band ini akan menggelar rangkaian listening party di lebih dari 140 toko musik independen serta memulai tur Amerika Utara pada 17 Maret 2026 bersama Kublai Khan TX, Fit For An Autopsy, dan Sanguisugabogg.




