Ladang Selatan Football Championship 2026: Membangun Sportivitas dan Pariwisata Melalui Sepak Bola Pelajar
Sumber Foto: Radar Bandung
Olahraga

Ladang Selatan Football Championship 2026: Membangun Sportivitas dan Pariwisata Melalui Sepak Bola Pelajar

RADARBANDUNG.id – Ladang Selatan kembali menghadirkan Ladang Selatan Football Championship 2026, kompetisi sepak bola antar pelajar SMA se-Bandung Raya yang akan digelar pada 9–14 Februari 2026 di Stadion Siliwangi, Bandung.

Turnamen ini diikuti oleh 16 sekolah dan berlangsung mulai babak 16 besar hingga final serta closing ceremony. Ajang tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus menumbuhkan nilai sportivitas, kepemimpinan, dan solidaritas.

Total hadiah yang diperebutkan mencapai puluhan juta rupiah, dengan Juara 1 memperoleh Rp15.000.000 serta piala dan medali. Selain itu, panitia juga menyiapkan penghargaan individu seperti MVP, Top Scorer, Best Goalkeeper, Best Coach, dan Best Supporter.

Founder Ladang Selatan, Algi Permadi, menjelaskan bahwa Bandung kembali dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena tingginya antusiasme masyarakat terhadap sepak bola.

Menurut Algi, dukungan terhadap sepak bola di Bandung datang dari berbagai elemen, mulai dari pemain pelajar, pihak sekolah, hingga suporter.

“Antusiasme sepak bola di Kota Bandung sangat tinggi. Dari segi suporter, pemain, sampai dukungan sekolah itu bergerak secara solid,” ujar Algi.

Ia menambahkan, atmosfer sepak bola di Bandung juga dipengaruhi oleh keberadaan Persib Bandung yang memiliki basis suporter besar, sehingga turut memotivasi pelajar untuk aktif berkompetisi.

Pada penyelenggaraan sebelumnya, turnamen ini diikuti oleh 8 sekolah. Tahun ini jumlah peserta meningkat menjadi 16 sekolah, dengan jumlah relawan yang juga bertambah dari sekitar 100 orang menjadi 250 orang.

Algi menjelaskan, pembatasan jumlah peserta dilakukan agar kualitas penyelenggaraan tetap terjaga. “Kami ingin meningkatkannya pelan-pelan. Sebenarnya peminatnya banyak, tetapi kami ingin memastikan dari segi suporter, bazar, dan manajemen event bisa berjalan optimal,” kata dia.

Ia menegaskan, peningkatan skala turnamen akan terus dilakukan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

Selain pertandingan, panitia juga menyiapkan berbagai peningkatan dari sisi penyelenggaraan, termasuk press conference yang untuk pertama kalinya diadakan pada tahun ini serta rencana closing ceremony yang lebih meriah.

Algi menekankan bahwa turnamen ini tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga pengalaman yang dirasakan para peserta.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya bertanding, tetapi juga mendapatkan pengalaman event yang berkesan,” ujarnya.

Terkait penggunaan teknologi seperti VAR, Algi menyebut hal tersebut masih menjadi rencana jangka panjang yang mungkin direalisasikan di masa mendatang jika mendapat dukungan berbagai pihak.

Sementara itu, perwakilan Dispora Kota Bandung, Lukman Taofik, menilai kegiatan olahraga seperti turnamen pelajar juga dapat berdampak pada sektor pariwisata.

Menurutnya, kebijakan Pemerintah Kota Bandung mendorong berbagai kegiatan yang dapat mendatangkan wisatawan, termasuk event olahraga.

“Event seperti ini bisa mendatangkan suporter dan pengunjung dari luar kota. Ketika mereka datang dan menginap, hotel-hotel terisi dan perputaran ekonomi ikut bergerak,” ujar Lukman.

Ia berharap kegiatan olahraga pelajar seperti Ladang Selatan Football Championship dapat terus berkembang dan menjadi agenda rutin yang memberi manfaat bagi pembinaan atlet muda sekaligus ekonomi daerah. (pra)