Laba Bersih ITMG Anjlok 49% Akibat Penurunan Harga Batu Bara Global
Sumber Foto: SWA.co.id
Internasional

Laba Bersih ITMG Anjlok 49% Akibat Penurunan Harga Batu Bara Global

Aspek News - PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) baru saja merilis laporan keuangan tahun buku 2025 yang menunjukkan koreksi cukup signifikan. Meski berhasil memacu produktivitas, emiten pertambangan batu bara ini tak kuasa menahan gempuran penurunan harga pasar global yang memangkas laba bersihnya hingga hampir separuh.

Berdasarkan laporan resmi perusahaan, ITMG membukukan laba bersih sebesar US$190,94 juta sepanjang 2025. Angka ini merosot 48,96% dibandingkan perolehan 2024 yang mencapai US$374,11 juta. Penurunan tersebut berimbas langsung pada laba per saham dasar yang tergerus menjadi US$0,17 dari posisi sebelumnya US$0,33.

Di level operasional, ITMG sesungguhnya mencatatkan peningkatan produksi batu bara sebesar 5% secara tahunan. Volume penjualan juga naik 3%. Namun, penurunan harga jual rata-rata (average selling price /ASP) dari US$96/ton pada 2024 menjadi US$76/ton pada 2025 menekan kinerja topline.

Per 31 Desember 2025, pendapatan bersih ITMG tercatat US$1,88 miliar, turun 18,3% dari periode sama tahun sebelumnya sebesar US$2,3 miliar.

“Pendapatan yang lebih rendah tersebut terutama disebabkan oleh penurunan ASP sebesar 20% sejalan dengan penurunan harga acuan batu bara, meskipun perusahaan mencatatkan volume penjualan batu bara yang lebih tinggi menjadi sebesar 24,7 juta ton pada FY25 dibandingkan dengan 24,0 juta ton pada FY24,” kata manajemen.

Kontributor utama pendapatan masih berasal dari penjualan batu bara kepada pihak ketiga senilai US$1,84 miliar, menyusut dari US$2,2 miliar. Penjualan batu bara kepada pihak berelasi juga turun tajam menjadi US$18,19 juta dari sebelumnya US$86,38 juta.

Sementara itu, pendapatan dari jasa pihak ketiga tercatat US$4,64 juta, turun dari US$5,29 juta. Adapun keuntungan atas transaksi swap batu bara tercatat US$10,56 juta, sedikit naik dari US$10,44 juta.

Di sisi biaya, beban pokok pendapatan berhasil ditekan menjadi US$1,39 miliar dari US$1,6 miliar pada periode sebelumnya. Meski demikian, laba kotor tetap menyusut menjadi US$482,83 juta dari sebelumnya US$698,81 juta.

Beban penjualan tercatat US$170,95 juta, lebih rendah dibandingkan US$178,28 juta pada akhir 2024. Namun beban umum dan administrasi meningkat menjadi US$44,9 juta dari US$37,09 juta. Beban keuangan juga melonjak signifikan menjadi US$11,12 juta dari US$4,05 juta.

Di sisi lain, penghasilan keuangan turun tipis menjadi US$40,13 juta dari US$41,28 juta, sementara pos lain-lain menyusut cukup dalam menjadi US$8,76 juta dari US$25,83 juta.

Pada neraca, total aset relatif stabil di kisaran US$2,4 miliar. Liabilitas meningkat menjadi US$497,73 juta dari US$472,73 juta pada akhir 2024. Sedangkan total ekuitas tercatat US$1,9 miliar, sedikit turun dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya sebesar US$1,93 miliar. (*)