Korlantas Polri Tekankan Edukasi dan Pencegahan Pasca Kecelakaan Maut di Bekasi Timur
Sumber Foto: Medcom.id
Sudut Aspek

Korlantas Polri Tekankan Edukasi dan Pencegahan Pasca Kecelakaan Maut di Bekasi Timur

Aspek News - Kecelakaan tragis di perlintasan sebidang Stasiun Bekasi Timur mengakibatkan 16 orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa kecelakaan lalu lintas dapat dicegah melalui peningkatan kepatuhan dan kesadaran pengguna jalan.

Awal Kejadian

Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal, menyatakan bahwa peristiwa kecelakaan adalah kejadian yang tidak dapat diprediksi. Ia menekankan pentingnya pencegahan dan minimisasi kecelakaan dari berbagai aspek.

Perkembangan

Faizal mengungkapkan bahwa salah satu faktor penyebab kecelakaan di perlintasan sebidang adalah belum optimalnya fasilitas, seperti kurangnya palang pintu dan petugas yang menjaga. Korlantas tidak berfokus pada penentuan kesalahan pihak tertentu, melainkan pada dampak besar yang ditimbulkan oleh kecelakaan tersebut.

Ia menegaskan bahwa proses hukum akan dilakukan secara transparan dan objektif, melibatkan berbagai pihak untuk mengungkap penyebab kecelakaan melalui pendekatan scientific investigation. Hal ini mencakup analisis human error, kendaraan, dan sarana-prasarana yang terlibat.

Kondisi Terakhir

Korlantas Polri juga menekankan pentingnya peran teknologi, seperti Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), untuk pencegahan kecelakaan. Faizal menjelaskan bahwa pemasangan kamera ETLE di perlintasan sebidang bertujuan bukan hanya untuk penindakan tetapi juga untuk edukasi masyarakat. Ia menekankan bahwa pendekatan edukatif dan preventif menjadi fokus utama Korlantas dalam menjalankan tugasnya.

Faizal juga menyoroti pentingnya peran serta masyarakat dalam menciptakan keselamatan berlalu lintas. Selain itu, pendekatan restorative justice diharapkan dapat mendukung penegakan hukum yang lebih berorientasi pada edukasi dan kesadaran bersama dalam berlalu lintas.