Komunitas Senam Dahlan Iskan Rayakan Cap Go Meh dengan Senam dan Buka Puasa
Sumber Foto: HARIAN DISWAY
Sosial

Komunitas Senam Dahlan Iskan Rayakan Cap Go Meh dengan Senam dan Buka Puasa

Aspek News - DAHLAN ISKAN di tengah para peserta Senam Dahlan Iskan dalam perayaan Cap Go Meh di Kantor Harian Disway pada Minggu, 2 Maret 2026.-Najwa Rana-Harian Disway

Musik bertempo cepat terdengar. Sekelompok orang dengan kostum merah-merah, luwes menggerakkan badan. Headpiece ala putri Tiongkok, cheongsam, penutup kepala dengan kepangan rambut panjang menyempurnakan penampilan mereka.

SEKITAR 160 orang berkumpul di halaman tengah Kantor Harian Disway Surabaya pada Minggu, 1 Maret 2026. Mereka merayakan Cap Go Meh bersama. Namun, yang namanya komunitas senam, agenda utamanya ya tetap gerak badan.

Senam sore itu menjadi istimewa berkat kehadiran Dahlan Iskan dan istri, Napsiah Dahlan Iskan. Memakai udeng berkelir merah dan atasan bergambar kuda api besar, founder Harian Disway itu membaur dengan para peserta senam.

"Hidup harus dihidup-hidupkan. Seperti kuda, kita harus berlari, tidak boleh diam. Bergerak, bekerja, dan tetap sehat," ungkap tokoh 74 tahun yang akrab disapa Abah tersebut.

BACA JUGA: Ritual dan Perayaan Tradisional Cap Go Meh Menutup Rangkaian Tahun Baru Imlek dengan Kemeriahan

LOMPATAN menjadi bagian penting dari gerakan energik Senam Dahlan Iskan ada Minggu sore, 2 Maret 2026. -Boy Slamet-Harian Disway

Alunan sepuluh lagu rancak mengiringi gerakan-gerakan senam yang memang energik. Ada yang pop, Mandarin, dan bahkan kasidah. Dua pemimpin senam memandu rekan-rekannya dengan penuh semangat.

Misbahul Huda, ketua umum Senam Dahlan Iskan, mengatakan bahwa sore itu ada tambahan line dance setelah senam. "Semula ya memang kita hanya senam. Tapi, kemudian ada fenomena baru yang ramai, line dance. Itu ada di mana-mana. Maka, kami pun menambahkan line dance sekarang," paparnya.

Karena jatuh saat Ramadan, maka perayaan Cap Go Meh diwarnai dengan bagi-bagi takjil, buka puasa bersama, dan salat berjamaah.

Takjil dibagikan kepada pengendara yang melintas di Jalan Ketabang Kali. Beberapa pengurus dan anggota komunitas berdiri di pinggir jalan sambil menyiapkan sedikitnya 100 paket takjil. Dalam hitungan menit, paket yang disediakan terbagi rata.

NAPSIAH DAHLAN ISKAN melayani permintaan peserta senam untuk berfoto bersama di sela Senam Dahlan Iskan di halaman tengah Kantor Harian Disway.-Najwa Rana-Harian Disway

Di halaman tengah Kantor , Abah sesekali menyapa para peserta senam. Ia juga terus menebarkan senyuman. Dari pinggir lapangan, Napsiah beberapa kali melayani foto bersama para peserta senam.

Senam berakhir saat azan magrib menjelang. Petugas membagikan es dan makanan berbuka. Menunya? Apalagi kalau bukan lontong Cap Go Meh alias lontong opor.

Selain opor ayam dan telur petis yang dipadukan dengan sayur labu siam, sambal goreng ati kentang serta kerupuk udang menjadi pelengkap. Sedangkan, minuman segar pembatal puasanya beragam. Di antaranya, es cincau, es blewah, dan es timun serut.

Para peserta senam lantas duduk dalam kelompok-kelompok kecil. Sebagian duduk di teras newsroom, sebagian yang lain menggelar tikar di halaman. Setelah puas berbuka, panitia mengajak para peserta salat magrib berjamaah.

Hal yang sama dipaparkan Suzie Gaguk. Perempuan berusia 62 tahun itu sudah lima tahun bergabung dengan dalam Komunitas Senam Dahlan Iskan Surabaya. Dia rutin berkegiatan dengan komunitas yang berbasis di Rumah Gadang.

"Alhamdulillah kegiatan ini membantu kita memupuk keakraban, menjalin hubungan yang baik ke depannya. Ada yang nonmuslim juga ikut," kata warga Surabaya Utara itu.

1

2

»

Sumber: