Kolanta Coffee: Ruang Kreatif Anak Muda di Lombok Utara
Sumber Foto: RRI.co.id
Sosial

Kolanta Coffee: Ruang Kreatif Anak Muda di Lombok Utara

Aspek News - RRI.CO.ID, Lombok Utara — Di Kabupaten Lombok Utara, sebuah kedai kopi berkembang menjadi lebih dari sekadar tempat menikmati minuman. Kolanta Coffee menjelma sebagai titik temu komunitas kreatif, ruang aman bagi anak muda untuk berbagi gagasan, membangun jejaring, dan menumbuhkan kolaborasi lintas bidang.

Diusianya yang kini dua tahun, Kolanta Coffee semakin menegaskan perannya sebagai ruang kolektif yang menyatukan potensi-potensi kreatif yang sebelumnya berjalan sendiri-sendiri. Di tengah keterbatasan ruang publik yang ramah generasi muda, Kolanta hadir sebagai alternatif yang inklusif dan terbuka.

Owner Kolanta Coffee, Raden Prawangsa, mengatakan sejak awal tempat ini memang dirancang bukan hanya untuk berjualan kopi. Ia ingin menghadirkan ruang diskusi yang cair, tanpa sekat sosial maupun batasan latar belakang.

“Kolanta itu wadah. Kopi hanya jembatan agar orang bisa duduk bersama dan ngobrol,” ujarnya, Jumat 27 Februari 2026.

Menurutnya, salah satu persoalan yang dihadapi Lombok Utara adalah banyaknya anak muda kreatif yang belum terhubung satu sama lain. Mereka memiliki potensi di bidang seni, fotografi, musik, literasi, hingga konten kreatif, namun masih bergerak secara terpisah.

Kolanta kemudian mengambil peran sebagai ruang pertemuan. Dari obrolan ringan di meja kopi, lahir diskusi yang lebih serius, lalu berkembang menjadi ide dan kolaborasi.

Raden menyebut gerakan yang dibangun Kolanta bukan gerakan besar yang formal dan kaku. Justru sebaliknya, gerakan kecil yang konsisten dan berdampak langsung bagi anak muda.

Ia juga menekankan bahwa Kolanta tidak membangun eksklusivitas. Semua orang dipandang setara, tanpa melihat latar belakang sosial maupun jabatan.

“Di sini tidak ada yang eksklusif. Semua punya hak yang sama untuk datang, berdiskusi, dan berproses,” katanya.

Konsep keterbukaan inilah yang membuat Kolanta perlahan menjadi rumah kedua bagi sejumlah komunitas. Tempat bertukar ide, mengasah gagasan, sekaligus membangun rasa percaya diri untuk berkarya.

Selain memperkuat fungsi sebagai ruang temu komunitas, Kolanta juga menyiapkan langkah baru memasuki tahun ketiga operasionalnya. Raden mengungkapkan rencana membangun mini museum dan workspace kreatif.

Gagasan mini museum muncul dari kenyataan bahwa Kabupaten Lombok Utara belum memiliki museum daerah. Padahal, daerah ini menyimpan kekayaan tradisional dan sejarah yang cukup besar.

Melalui mini museum yang dikonsep lebih cair dan ramah generasi muda, Kolanta ingin menghadirkan ruang belajar yang tidak kaku serta lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Sementara workspace disiapkan sebagai ruang produktif yang dapat dimanfaatkan komunitas untuk berkarya dan berkolaborasi.

Raden berharap, langkah kecil yang dimulai dari kedai kopi ini dapat menjadi pemantik lahirnya ekosistem kreatif yang lebih kuat di Lombok Utara. Ia ingin anak muda tidak lagi berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama dalam ruang yang saling mendukung.

Di tengah tren komersialisasi kedai kopi, Kolanta Coffee menunjukkan arah berbeda. Bukan hanya menjual rasa, tetapi membangun rasa memiliki. Dari secangkir kopi, tumbuh percakapan. Dari percakapan, lahir kolaborasi. Dan dari kolaborasi, terbentuk komunitas yang bergerak bersama.