Khofifah Emil Fokus Penguatan SDM dan Sinergi untuk Pembangunan Jatim
Genap setahun memimpin, Khofifah Emil Optimalkan Potensi Jatim dengan prioritas penguatan SDM dan sinergi lintas sektor, menjawab tantangan pembangunan yang kian kompleks.
11:01:20
Pada peringatan satu tahun kepemimpinan mereka, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menegaskan komitmen kuat untuk mengoptimalkan seluruh potensi daerah. Mereka bertekad menjawab berbagai tantangan pembangunan yang semakin kompleks di tahun kedua kepemimpinan.
Komitmen tersebut disampaikan bertepatan dengan genap satu tahun pelantikan keduanya oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025. Khofifah menekankan fokus pada kerja nyata dan manfaat langsung bagi masyarakat Jawa Timur, melampaui peringatan formal masa jabatan.
Memasuki periode kedua kepemimpinan mereka, pasangan kepala daerah ini memprioritaskan penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) secara berkelanjutan. Peningkatan pendidikan, layanan kesehatan, serta pemerataan infrastruktur menjadi pilar utama untuk menurunkan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif.
Prioritas Pembangunan SDM dan Infrastruktur
Khofifah Indar Parawansa menyatakan bahwa dirinya tidak terpaku pada hitungan hari masa jabatan, melainkan pada dampak nyata bagi kesejahteraan warga. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan di Jawa Timur.
Peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta pemerataan infrastruktur menjadi fokus utama yang harus berjalan selaras. Langkah-langkah ini diharapkan mampu mempercepat penurunan angka kemiskinan dan memicu pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
"Kualitas SDM, pendidikan, kesehatan, infrastruktur semakin membaik. Kemiskinan kita semakin menurun, pertumbuhan ekonomi semakin membaik," ujar Khofifah, menunjukkan harapannya terhadap kemajuan Jawa Timur.
Sinergi Lintas Sektor sebagai Kunci Keberhasilan
Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin baik dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota. Kolaborasi ini diperkuat dengan partisipasi aktif dari dunia usaha, akademisi, hingga berbagai elemen masyarakat di Jawa Timur.
Menurutnya, sinergi lintas sektor merupakan kunci utama keberhasilan dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Keterlibatan berbagai pihak memastikan program-program pemerintah dapat berjalan efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
"Sinergi dari seluruh institusi, baik di level lokal, regional, nasional maupun global, akan terus dimaksimalkan," harap Khofifah. Tujuannya adalah untuk mewujudkan kemajuan, kemakmuran, dan kedamaian di Jawa Timur secara bersama-sama.
Momen Ramadhan saat itu juga dimanfaatkan Khofifah untuk memanjatkan doa bagi keselamatan dan keberkahan bagi seluruh masyarakat serta wilayah Jawa Timur.
Respons Adaptif dan Capaian di Bawah Kepemimpinan Emil Dardak
Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah merespons berbagai dinamika kebijakan nasional dan global secara adaptif. Pendekatan progresif ini memungkinkan Jatim tetap relevan dan berdaya saing di tengah perubahan.
Emil menjelaskan bahwa Gubernur Khofifah menjalankan peran "dobel gardan" dalam memimpin. Ini berarti beliau tidak hanya sukses menyukseskan program-program nasional Astacita, tetapi juga melanjutkan program-program Pemprov yang menjadi harapan masyarakat.
Beberapa capaian yang disoroti termasuk pemberian penghargaan kepada cabang dinas yang berhasil 100 persen mendistribusikan ijazah. Selain itu, perluasan koridor bus Trans Jatim di berbagai daerah juga menjadi indikator kemajuan layanan publik.
"Kami optimis bahwa Jawa Timur akan semakin maju di bawah kepemimpinan beliau yang sangat luar biasa," ucap Emil. Ia juga berharap Khofifah senantiasa diberikan kesehatan untuk terus memimpin Jawa Timur menuju kemajuan.




