Kepemimpinan Pemuda di Era Digital: Pentingnya Penguasaan Teknologi Informasi
164
VIEWS
Share on FB Share on WA Share on Tele
YOGYAKARTA — Salah satu pemateri yang dihadirkan dalam Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila di Era Digital untuk Membangun Kepemimpinan Berkarakter bagi Generasi Muda adalah Kak Acep Somantri, Minggu, 26 Oktober 2025.
Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Manajemen dan juga Ketua Dewan Pengurus Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas ini membawakan materi Kepemimpinan Pemuda di Era Digital.
“Teknologi informasi sudah menguasai kehidupan manusia, tidak ada yang tidak tergantung pada teknologi,” tegasnya
Baca Juga
Kwarda DIY Gelar Rangkaian Peringatan 114 Tahun Bapak Pramuka Indonesia, Diawali Ziarah ke Makam Sri Sultan Hamengku Buwono IX
Kak Hayu dan Kak Budoyo Bahas Peran Strategis Pramuka dalam Pendidikan Karakter di RRI Pro 4 Yogyakarta
Sebelum memulai paparan materi, Kak Acep meminta kepada para peserta untuk menyampaikan argumen terkait dengan model kepemimpinan baru atau penerapan kepemimpinan. Para perwakilan kelompok menyampaikan pandangannya terkait hal tersebut dan menjadi pembuka wawasan bersama.
Kak Acep kemudian memberikan pengertian-pengertian terkait dengan Era digital yang merupakan masa dimana teknologi informasi dan komunikasi (internet, komputer, dan smartphone) menjadi sentral dalam kehidupan, dan mengubah cara manusia bekerja, berkomunikasi, dan mengakses informasi.
“Periode ini ditandai dengan kemudahan akses informasi yang cepat, komunikasi instan, serta munculnya ekonomi berbasis data dan inovasi teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence),” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa Era digital dimulai pada akhir abad ke-20, ditandai dengan peralihan dari teknologi analog ke digital yang dipicu oleh perkembangan komputer dan internet.
Kemudian Kak Acep menginformasikan terkait dengan tahapan utama perkembangan era digital di mulai dari era komputer awal pada tahun 1940-an sampai dengan 1970-an.
Disampaikan bahwa Era Internet dan Digitalisasi global sudah dimulai sejak 1990-an. Periode ini menjadi awal era digital yang sesungguhnya bagi masyarakat umum.
“Perkembangan World Wide Web (WWW) pada tahun 1989 dan peluncurannya secara publik pada tahun 1990-an (Amazon, Yahoo, Google) membuka akses informasi secara global dan mengubah cara berkomunikasi (Facebook-2004, You Tube-2005),” urainya.
Hingga saat ini, era sudah didominasi oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi seperti smartphone, Artificial Intellegent (AI), Internet of Things (IoT) dan media sosial yang semakin terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Sehingga, harus tahu bagaimana cara bekerja platform media sosial, karena akan menjadi tools untuk menjalankan kepemimpinan dan pembudayaan nilai-nilai pancasila,” tegasnya.
Dari beberapa riset Kak Acep menyontohkan kepada peserta terkait dengan kondisi Era Digital Indonesia. Seperti pengguna dan penetrasi internet yang didalamnya gen-Z mencapai 99%.
“Jumlah pengguna media sosial mencapai 143 juta, setara dengan 50,2% populasi,” sebutnya.
Kemudian terkait dengan pertumbuhan ekonomi digital, perkembangan infrastruktur, dan tantangan yang ada di Indonesia dalam menghadapi era digital ini.
Kak Acep menyebutkan bahwa di Indonesia masih terjadi kesenjangan digital, misalnya infrastruktur belum merata, terutama di daerah terpencil, sehingga berpotensi meninggalkan kelompok masyarakat tertentu.
Selain itu masih banyak masyarakat yang belum memiliki keterampilan digital yang dibutuhkan di sektor ekonomi digital; masyarakat dominan menjadi konsumen atau pengguna daripada produsen produk maupun layanan digital.
Kemudian juga Indonesia masih kekurangan Digital Talent dari berbagai bidang; maraknya serangan siber dan penipuan online; Teknologi digital merubah perilaku dan kebiasaan masyarakat, termasuk cara berpikir dan nilai-nilai yang dianut.
“Kita sudah cukup maju meskipun masih tertinggal dari negara-negara lain, termasuk juga di Asia Tenggara. Diusahakan bersama bagaimana memajukan komunitas digital di Indonesia,” terangnya.
Untuk itu, Kak Acep memberikan gambaran bagaimana upaya kita bersama untuk menghadapi Era Digital. Yang pertama terkait dengan peningkatan literasi digital agar kemampuan untuk memahami dan menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab dapat merata.
“Literasi digital ini menjadi hal penting bagi kepemimpinan di era digital,” tegas Kak Acep.
Pemimpin ataupun siapa saja harus terus mengasah kemampuan yang relevan dengan perkembangan teknologi, seperti kemampuan beradaptasi dan berpikir analitis, menggunakan platform digital untuk mengembangkan bisnis, kreativitas, dan pembelajaran yang lebih interaktif, serta menjaga etika digital.
Berkaitan dengan kepemimpinan di era digital, Kak Acep menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan kemampuan pemimpin untuk memanfaatkan teknologi digital secara efektif guna memimpin dan ciptakan perubahan dalam organisasi.
“Ini melibatkan kombinasi kemampuan teknis (memanfaatkan teknologi) dan kemampuan non-teknis (seperti adaptasi, empati, inovasi, dan komunikasi yang efektif) untuk mencapai tujuan organisasi,” ungkapnya.
Lebih lanjut Kak Acep menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan digital bergeser dari struktur kaku menjadi lebih dinamis, kolaboratif, dan berpusat pada manusia serta data. Selain itu, juga ditandai oleh perpaduan antara energi muda, kemampuan teknologi, dan semangat untuk perubahan, yang menjadi katalisator inovasi dan solusi kreatif.
“Dalam era ini, kepemimpinan pemuda memanfaatkan teknologi digital untuk mengatasi tantangan global, menciptakan solusi, mendorong kolaborasi, meningkatkan produktivitas dan daya saing organisasi, dan membentuk masa depan yang lebih inklusif dan progresif,” lanjutnya.
Hal penting yang perlu dijaga dalam kepemimpinan pemuda atau pramuka di era digital adalah niai-nilai pancasila, Tri Satya dan Dasa Darma, serta Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
Kak Acep kemudian menyampaikan 6 karakteristik pemimpin muda di era digital. Yaitu. Literasi digital, Berwawasan strategis, Pola pikir berbasis data, Adaptif dan responsive, Inovatif dan kreatif, serta Kolaboratif.
Terkait dengan peran pemimpin pemuda di era digital, Kak Acep menyebutkan bahwa mereka harus menjadi Agen advokasi digital, pelopor inovasi teknologi, Pembangun komunitas daring, serta Penggerak perubahan sosial.
Sementara itu, tantangan kepemimpinan pemuda di era digital ada beberapa hal. Menurut Kak Acep, tantangan-tantangan yang ada seperti Kesenjangan digital, Resistensi terhadap perubahan, Ancaman keamanan digital, Ketergantungan teknologi, dan Kerentanan terhadap hoaks.
Tentu saja untuk menghadapi hal-hal tersebut, Kak Acep memberikan beberapa contoh keterampilan yang perlu dikuasai atau dikembangkan di era digital. Antara lain Keterampilan teknis, Keterampilan kognitif, Keterampilan bisnis, Keterampilan interpersonal, Keterampilan strategis, dan Kemampuan beradaptasi.
Di akhir paparannya, Kak Acep menginformasikan bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi dan kekuatan besar untuk mengisi ruang-ruang digital talent, agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen tetapi juga produsen di ruang digital.
“Generasi Muda Indonesia juga memiliki kekuatan besar dalam membentuk opini publik, menggerakkan solidaritas sosial, dan menciptakan inovasi melalui ruang digital,” pungkasnya.
Kak Acep kemudian memberikan kesempatan kepada para peserta yang merupakan Penegak/Pandega dari 6 Kwartir Daerah ini untuk berdiskusi, saling bertanya jawab, sehingga sesi kali ini menjadi lebih semangat.
Diketahui bahwa pelatihan ini diselenggarakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY) didukung oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Yayasan Tunas Bakti Indonesia Emas. (cst)
Tags: kak acep somantri kwarda diy pelatihan bpip pembudayaan nilai nilai pancasila pramuka pramukadiy
Kirim berita atau artikel tentang kepramukaan melalui tautan berikut 👉 Kirim Berita
Previous Post
Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila, Kak Kingkin Paparkan Peran Pemuda dalam Mewujudkan Indonesia Poros Maritim Dunia
Next Post
Dianpinsat SMAN 1 Ngaglik 2025 : Wujudkan Pramuka Tangguh, Disiplin, dan Berjiwa Kepemimpinan
Info Terkait
Berita
Kwarda DIY Gelar Rangkaian Peringatan 114 Tahun Bapak Pramuka Indonesia, Diawali Ziarah ke Makam Sri Sultan Hamengku Buwono IX
16 Apr 2026
Berita
Kak Hayu dan Kak Budoyo Bahas Peran Strategis Pramuka dalam Pendidikan Karakter di RRI Pro 4 Yogyakarta
16 Apr 2026
Berita
Kwarda DIY Hadiri Silaturahmi dan Konsolidasi Saka Wirausaha DIY, Perkuat Sinergi Kepengurusan Baru
16 Apr 2026
Leave a Reply
Your email address will not be published. Required fields are marked *
Comment *
Name *
Email *
Website
Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.
Please enter an answer in digits:
8 − 4 =




