Kemenag dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Madrasah untuk Pendidikan Global
Sumber Foto: SWA.co.id
Internasional

Kemenag dan British Council Tingkatkan Kompetensi Guru Madrasah untuk Pendidikan Global

Aspek News - Penguasaan Bahasa Inggris kini menjadi kunci membuka akses siswa ke pendidikan tinggi dan jejaring internasional. Dengan 41.833 guru madrasah di seluruh Indonesia, penguatan kualitas mereka menjadi strategi penting menghadapi tantangan pendidikan global.

Menjawab kebutuhan tersebut, Kementerian Agama RI bekerja sama dengan British Council untuk pertama kalinya meluncurkan program peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris madrasah.

Program ini berlangsung delapan minggu dan ditutup dengan lokakarya tatap muka di Kementerian Agama, Jakarta.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menegaskan peran strategis kolaborasi ini terlihat dalam penguatan kapasitas guru madrasah. Selain membentuk generasi Muslim dengan fondasi agama yang kokoh, guru madrasah juga berperan membuka akses siswa ke pendidikan tinggi dan jejaring global, yang menuntut kesiapan mereka mengikuti dinamika pendidikan internasional.

Kolaborasi antara Direktorat GTK Madrasah, Kementerian Agama RI, dan British Council dimulai dengan pemetaan kompetensi untuk menilai kemampuan pedagogik dan bahasa Inggris guru MTs dan MA, serta pelaksanaan program percontohan Continuing Professional Development (CPD). Inisiasi ini menjadi landasan bagi pengembangan profesional guru ke depan.

Menurut Summer Xia, Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia British Council, sebanyak 613 guru di hampir seluruh provinsi telah menyelesaikan program ini. Pelatihan daring yang terstruktur, didukung e-moderator dan sesi tatap muka mingguan, memastikan pengembangan profesional berkualitas tinggi dapat diakses di mana pun.

Dalam delapan minggu pelaksanaan, praktik pembelajaran menunjukkan perubahan nyata. Guru mulai menerapkan pendekatan berpusat pada siswa dan menciptakan interaksi kelas yang lebih aktif, sementara kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris meningkat, mendorong partisipasi siswa.

Ni’Matus Zahroh, guru Bahasa Inggris MTsN 15 Jombang, mengakui kesempatan pengembangan diri bagi pendidik di madrasah masih terbatas. Program ini memungkinkan guru mengajar dengan cara menyenangkan, sekaligus menginspirasi murid untuk terus belajar dan tumbuh menjadi generasi yang beriman serta berakal.

Program percontohan ini membuka jalan bagi pengembangan lebih luas dan terbentuknya komunitas belajar profesional bagi guru madrasah. Meski pesertanya terbatas, kolaborasi ini telah menunjukkan dampak sistemik yang berkelanjutan dan potensi untuk direplikasi secara nasional.(*)