Kekuatan Skema Tendangan Sudut Arsenal di Liga Inggris
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, mengungkapkan bahwa strategi tendangan sudut yang diterapkan timnya menjadikan The Gunners lebih berbahaya di lapangan. Dalam pertandingan melawan Manchester United pada pekan ke-14 Liga Inggris di Stadion Emirates, Arsenal berhasil mencetak dua gol melalui Jurrien Timber dan William Saliba, yang membantu mereka meraih kemenangan.
Sejak awal musim lalu, Arsenal telah mencetak 22 gol melalui skema tendangan sudut. Arteta menekankan pentingnya aspek ini dalam permainan timnya. "Kami membutuhkan itu. Saya pikir kami ingin menjadi sangat berbahaya dan sangat efektif dari setiap sudut dan setiap aspek permainan. Kami melatih semua itu," ungkap Arteta.
Arteta juga mencatat bahwa tendangan sudut menjadi senjata utama Arsenal, terutama ketika mereka kesulitan mencetak gol dari permainan terbuka. Ia menyebutkan, "Hari ini kami tidak dapat mencetak gol dari permainan terbuka seperti yang kami lakukan melawan West Ham dan Sporting, jadi tim benar-benar yakin bahwa dari setiap sudut, kami memiliki mentalitas untuk mengancam lawan dan mencoba mencetak gol."
Dalam pertandingan melawan Manchester United, Arsenal memperoleh 13 tendangan sudut. Suasana di Stadion Emirates menjadi lebih hidup setiap kali timnya mendapatkan peluang ini. Arteta mengakui bahwa reaksi dari penonton tidak direncanakan, namun hal itu memberikan dampak positif bagi tim dalam menciptakan peluang. "Itu menciptakan koneksi dan keyakinan yang lebih baik bagi para pemain," katanya.
Gelandang Arsenal, Declan Rice, juga merasa optimis setiap kali mengambil tendangan sudut. Ia percaya bahwa setiap umpan yang diberikan akan mengarah tepat sasaran dan memberi peluang besar untuk mencetak gol. Rice berhasil memberikan satu assist dari tendangan sudut untuk gol pertama Timber, menjadikannya total memiliki empat assist musim ini.
Nicolas Jover: Arsitek Keberhasilan Bola Mati Arsenal
Premier League mencatat bahwa Arsenal telah mencetak total 41 gol dari tendangan sudut sejak musim panas 2021 hingga saat ini, angka yang jauh melampaui klub lain di Inggris. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran Nicolas Jover, pelatih set piece yang direkrut Arsenal atas permintaan Mikel Arteta.
Jover, yang sebelumnya bekerja di Brentford dan Manchester City, memiliki catatan impresif dalam meningkatkan produktivitas gol dari situasi bola mati. Saat di Brentford, Jover membantu tim mencetak 46 gol dari bola mati. Di Manchester City, ia mampu meningkatkan jumlah gol dari skema yang sama dari 11 gol menjadi 17 gol dalam satu musim.
Arteta memilih Jover untuk bergabung dengan Arsenal pada Juli 2021, percaya bahwa keahliannya akan memberikan dampak signifikan bagi tim. "Saya percaya kami membutuhkan seseorang yang pakar dalam set piece. Dampaknya kepada tim sangat kuat," kata Arteta.
Sejak bergabung, Jover berhasil meningkatkan kemampuan Arsenal dalam memanfaatkan situasi bola mati. Dalam tiga musim terakhir, tim berhasil mencetak 51 gol dari skema tersebut, dengan rincian 16 gol pada musim 2021-2022, 15 gol pada musim 2022-2023, dan 20 gol pada musim 2023-2024.
Kemenangan atas Manchester United tidak hanya membantu Arsenal memperpendek jarak dengan Liverpool di puncak klasemen menjadi tujuh poin, tetapi juga menjadi kekalahan pertama bagi Setan Merah di bawah asuhan Ruben Amorim. Saat ini, Manchester United berada di posisi kesebelas klasemen sementara dengan 19 poin, tertinggal tujuh poin dari zona Liga Champions.




