Kebaya: Busana Tradisional yang Dikenakan Selebritas di Hari Kebaya Nasional 2025
Hari Kebaya Nasional diperingati pada 24 Juli tiap tahunnya. Peringatan ini dibuat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan kebaya, bangga untuk selalu mengenakannya sebagai identitas bangsa. Di mana pada akhirnya hal itu akan turut mendukung eksosistem kebaya tetap hidup secara berkelanjutan.
Kebaya bukan merupakan pakaian tradisional masa lampau yang ketinggalan zaman. Sebaliknya, kebaya kini hadir dengan beragam model, desain, material dan warna mengikuti perkembangan mode fesyen. Kebaya juga saat ini tak hanya dikenakan dalam acara-acara tertentu, namun sudah menjadi bagian dari item fesyen sehari-hari untuk berbagai keperluan.
Tak ayal, setiap perempuan pastinya memiliki selera dan kebaya favoritnya masing-masing, tak terkecuali para selebritas. Sejumlah pesohor membagikan kesukaan dan preferensi mereka dalam memilih kebaya yang sesuai dengan gaya dan kebutuhan mereka.
Lihat postingan ini di Instagram
Penyanyi Andien mengaku dirinya lebih suka mengenakan kebaya Labuh lantaran memiliki cutting yang agak longgar, berbeda dengan model-model kebaya lainnya yang kebanyakan mengikuti siluet bentuk tubuh yang pas. Meski, diakuinya bahwa dia sebenarnya cukup banyak mengoleksi kebaya dengan model beragam.
Kebaya Labuh termasuk pakaian tradisional perempuan Melayu Lingga. Kebaya labuh merupakan model kebaya dengan potongan labuh atau jatuh sampai ke bawah lutut dan berbelah di hadapan sampai ke bawah. Kebaya labuh mempunyai kekek di bawah ketiak kiri dan kanan juga berpesak di bagian depan, serta menggunakan tiga kancing yang disemat dengan pin atau keronsang.
“Jadi mengenakan kebaya yang seperti itu [Labuh] tuh sangat nyaman, dan berwarna tentu ya. Jadi sebenarnya kayanya yang penting versinya [kebayanya] apa aja, modelnya apa aja, tapi yang penting warnanya,” ujar Andien di Jakarta, baru-baru ini.
Lebih dari sekadar pakaian, kebaya juga merupakan wujud budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Tak sedikit para perempuan pendahulu seperti nenek atau buyut yang mewariskan kebayanya pada anak atau cucu mereka. Seperti yang dialami oleh aktris sekaligus penyanyi Maudy Ayunda.
Lihat postingan ini di Instagram
Maudy bercerita bahwa kebaya favoritnya ialah jenis kutu baru. Kesukaannya itu pula yang membuat Maudy memilih mengenakan kebaya kutu baru di momen-momen spesialnya, seperti wisuda dan pernikahan.
Kebaya kutu baru adalah salah satu ikon busana tradisional Indonesia yang terkenal dengan desain klasiknya yang sarat dengan keindahan dan makna budaya. Kebaya ini punya potongan yang sangat khas yakni adanya tambahan kain di bagian tengah muka atau yang disebut bef, untuk menghubungkan sisi kanan dan kiri kebaya.
Mulai populer pada abad ke-19, kebaya ini awalnya dikenakan oleh kalangan bangsawan dan keraton, melambangkan keanggunan dan status sosial. Seiring waktu, kebaya kutu baru menyebar ke berbagai daerah di Indonesia, menjadi simbol busana tradisional yang elegan dan klasik.
Di sisi lain, ada alasan sentimental tersendiri mengapa Maudy menyukai kebaya kutu baru. Dia mengaku diwariskan satu kebaya kutu baru berwarna hitam oleh neneknya, yang menjadi semacam ‘penghubung’ dirinya dengan sang nenek yang telah tiada.
“Ada satu kebaya yang memang ditinggalkan oleh nenek saya. Alhamdulillah, saya belum pernah ketemu dengan beliau, karena waktu saya lahir, sudah berpulang. Tapi sampai sekarang itu menjadi memori dan identik kebaya kutu baru warna hitam itu. Jadi karena alasan-alasan sentimental dan emosional itu, kutu baru menjadi kebaya favorit saya,” ucapnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Serupa dengan musikus dan aktris Titi Radjo Padmaja yang juga menyukai kebaya model kutu baru. Menurutnya, kutu baru merupakan jenis kebaya yang memiliki tampilan manis, klasik, elegan sekaligus timeless. Selain itu, kutu baru juga menurutnya mudah dipadupadankan dengan item fesyen lain.
Perempuan yang dikenal sebagai drummer itu mengaku kerap memadukan kebaya dengan celana jeans. Jika harus memakai wastra, Titi biasanya akan memilih memadukannya dengan kain tenun Sumba plus tambahan aksesoris sirkam. “Itu aku senengnya minta ampun, dalam acara apapun kayanya pengennya pakai itu terus,” ungkapnya.




