IHSG Turun 1,05% Tertekan Sentimen Tarif AS dan Data Ekonomi Global
Sumber Foto: fxstreet-id.com
Internasional

IHSG Turun 1,05% Tertekan Sentimen Tarif AS dan Data Ekonomi Global

Aspek News - IHSG turun 1,05% ke 8.235; rupiah masih di bawah 16.800 meski melemah tipis.

Sektor infrastruktur, siklikal, dan transportasi memimpin pelemahan indeks.

Rencana tarif AS, isu impor RI-AS, serta data ekonomi AS jadi perhatian investor.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,05% atau turun 87 poin ke level 8.235 dari posisi sebelumnya 8.322. Sepanjang sesi, indeks dibuka di 8.351, sempat menyentuh level tertinggi 8.358, sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh titik terendah 8.139.

Di sisi nilai tukar, rupiah masih bertahan di bawah level 16.800 per dolar AS, meski pada saat berita ini ditulis tercatat melemah tipis sekitar 6 poin ke kisaran 16.774.

Pelemahan IHSG tercermin pada sejumlah indeks sektoral dan tematik. Indeks saham infrastruktur (IDXINFRA) merosot 2,41% ke 2.264, diikuti sektor siklikal (IDXCYCLIC) yang turun 2,59% ke 1.190, serta sektor transportasi (IDXTRANS) yang terkoreksi tajam 4,54% ke 2.121.

Sementara itu, indeks berbasis dividen tinggi (IDXHIDIV20) dan Investor33 masing-masing melemah 0,27% dan 0,34%. Indeks PRIMBANK10 turut turun tipis 0,27% ke level 188, mencerminkan tekanan yang relatif terbatas pada saham perbankan berkapitalisasi besar dibandingkan sektor lain.

Mengacu laporan IDNFinancial, analis Phintraco Sekuritas melihat pelemahan IHSG dipengaruhi sentimen eksternal setelah rencana Amerika Serikat menerapkan tarif pada impor sel dan panel surya dari India, Indonesia, dan Laos memicu kekhawatiran pasar.

Dari sisi global, pergerakan IHSG dibayangi ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump menetapkan tarif tambahan 10% dengan opsi kenaikan hingga 15%. Peluang kenaikan tarif lebih lanjut, termasuk investigasi dagang terhadap Indonesia, membuat investor cenderung lebih selektif menakar risiko di pasar saham domestik.

Selain itu, laporan Reuters soal potensi tantangan Indonesia memenuhi komitmen impor pertanian AS serta sikap hati-hati pejabat Federal Reserve terhadap inflasi turut menjadi faktor eksternal yang diperhitungkan pelaku pasar dalam membaca arah IHSG.

Pelaku pasar global menantikan rangkaian data ekonomi AS malam ini, dengan fokus pada Klaim Tunjangan Pengangguran awal yang diprakirakan naik ke sekitar 215 ribu dari sebelumnya 206 ribu, serta pernyataan pejabat The Fed Michelle Bowman yang berpotensi memberi sinyal arah kebijakan moneter. Setelah itu, perhatian akan beralih ke rilis Indeks Harga Produsen (IHP) Jumat, yang sering menjadi petunjuk awal tekanan inflasi dan dapat memengaruhi ekspektasi suku bunga serta pergerakan dolar AS.