Haedar Nashir Dorong Intelektual untuk Melampaui Kedangkalan Berpikir
Sumber Foto: Muhammadiyah
Sudut Aspek

Haedar Nashir Dorong Intelektual untuk Melampaui Kedangkalan Berpikir

Yogyakarta – Dalam sebuah acara yang digelar di Aula Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menekankan pentingnya pendekatan reflektif dalam kajian keilmuan, khususnya sosiologi. Ia menyatakan bahwa refleksi dan metode reflektif harus dikaitkan dengan teori substantif dan kualitatif untuk menggali makna yang lebih dalam dari setiap peristiwa.

"Intinya, pada sesuatu yang dicari maknanya. Di balik peristiwa, di balik permukaan itu ada makna yang harus kita gali. Kita tidak boleh terjebak pada fenomena permukaan," ungkap Haedar saat memberikan sambutan dalam acara Refleksi Akhir Tahun dan Bedah Buku yang bertajuk 'Sengkarut Sengketa Pilkada' pada Jumat (19/12).

Haedar menyoroti bahwa makna substantif tidak bersifat tunggal dan memerlukan berbagai sudut pandang untuk dipahami secara komprehensif. Ia juga menegaskan bahwa melihat suatu masalah hanya dari permukaan dapat menjerumuskan seseorang dalam kedangkalan berpikir. "Intelektual itu adalah orang yang mampu melihat yang batin dari yang lahir. Dari yang terlihat, ia harus mampu melihat yang tak terlihat," jelasnya.

Dalam konteks kebangsaan, Haedar mencatat bahwa setelah lebih dari dua dekade reformasi, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membuka lembaran baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menekankan pentingnya berlandaskan pada prinsip dan dasar hukum yang kuat dalam menjalankan kehidupan bernegara.

"Mudah-mudahan dalam dua dekade ini ada perkembangan positif dalam sistem hukum kita, di mana penegakan hukum dapat berjalan dengan baik," harap Haedar.