Film Tanah Runtuh: Menggali Konflik Poso dari Sudut Pandang Anak-anak
Aspek News - Film Tanah Runtuh, karya sutradara Rudi Soedjarwo dan produser Denny Siregar, menawarkan perspektif baru dalam menggambarkan konflik sosial di Poso, Sulawesi Tengah, melalui kisah dua kakak beradik yang terpisah dari ibu mereka. Film berdurasi hampir tiga jam ini menyajikan drama emosional yang mengajak penonton merenungkan tema toleransi, empati, dan perdamaian.
Awal Kejadian
Film ini berfokus pada perjalanan Kai (Yoan) dan adiknya Ringgo (Ridho Khaliq), seorang anak dengan Down Syndrome, yang terpisah dari ibu mereka, Emmy (Sigi Wimala), saat situasi konflik semakin memanas. Dalam ketidakpastian dan bahaya, Kai berupaya menjaga dan mencari sang ibu.
Perkembangan
Selama pencarian mereka, Kai dan Ringgo bertemu Idham (Vino G. Bastian), seorang anggota kepolisian. Keterlibatan Idham dalam kehidupan mereka berkembang menjadi hubungan yang lebih personal, menggambarkan tanggung jawab dan kemanusiaan melampaui sekat-sekat perbedaan. Film ini juga menghadirkan kualitas audio yang menonjol, dengan desain suara yang menciptakan atmosfer mencekam saat menggambarkan konflik. Akting para pemain, terutama Yoan dan Ridho Khaliq, berhasil menghadirkan interaksi emosional yang kuat dan menyentuh.
Kondisi Terakhir
Meski film ini menghadapi kritik terkait ritme penceritaan yang lambat dan beberapa adegan repetitif, Film Tanah Runtuh tetap dianggap sebagai karya yang layak diperhatikan. Dengan keberanian mengangkat sudut pandang anak-anak dalam situasi konflik, film ini menyampaikan pesan tentang dampak konflik terhadap mereka yang paling rentan. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 25 Juni 2026.




