Ekspor Tuna Papua Meningkat Signifikan ke Pasar Global
Aspek News - Melejit di awal 2026, nilai ekspor Tuna Papua dekati Rp2 miliar.
Red: Erdy Nasrul
Ikan Tuna (ilustrasi).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komitmen menjaga mutu dan membuka akses pasar global kembali ditegaskan oleh Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Karantina Papua. Seluruh daging tuna beku yang diekspor ke Amerika Serikat dipastikan telah memenuhi standar keamanan pangan internasional setelah melalui pemeriksaan fisik ketat di Pelabuhan Laut Jayapura.
Pelaksana Tugas Kepala Karantina Papua, Krisna Dwiharniati, menjelaskan bahwa setiap komoditas yang dikirim telah dinyatakan sehat dan layak ekspor. Pada Selasa (24/2), sebanyak 17,8 ton daging tuna beku resmi dilepas menuju pasar AS. Angka itu bukan sekadar statistik, melainkan penanda tren yang terus menanjak.
Baca Juga
Laba Bersih BRI 2025 Capai Rp 57,13 Triliun, Kredit Tumbuh 12,31 Persen
Ekonomi Syariah Indonesia Baru Sistem Belum Jadi Budaya, Ini Catatan Ma’ruf Amin
Maybank Syariah Cetak Laba Naik Dua Kali Lipat, Ini Penopangnya
Sepanjang 2025, Papua berhasil mengekspor 20 ton tuna dengan nilai mencapai Rp2 miliar. Sementara memasuki awal 2026 saja, nilai ekspor telah menyentuh Rp1,9 miliar, dan diproyeksikan terus meningkat hingga akhir tahun.
Kelancaran arus ekspor tersebut turut ditopang transformasi digital melalui sistem Single Submission Quarantine Customs (SSM QC), sebuah layanan satu pintu yang mengintegrasikan proses karantina dan bea cukai. Sistem ini memangkas waktu dan birokrasi, sehingga pelaku usaha dapat mengajukan permohonan ekspor dengan lebih cepat dan efisien. Bagi industri perikanan Papua, kemudahan ini menjadi fondasi penting untuk bersaing di pasar global.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, mengapresiasi konsistensi industri perikanan di Jayapura. Baginya, aktivitas ekspor tuna merupakan bukti nyata bahwa potensi laut Papua diakui dunia. Ia berharap semakin banyak pengusaha lokal tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi, sehingga dampaknya langsung dirasakan nelayan dan masyarakat pesisir.
Potensi itu memang bukan isapan jempol. Dinas Perikanan Kota Jayapura mencatat tiga komoditas unggulan, tuna, tongkol, dan cakalang, menjadi primadona perikanan setempat. Perairan Pantai Utara Papua yang berada di jalur migrasi ikan dari Biak–Jayapura hingga Australia menjadikan kawasan ini lumbung hasil laut yang strategis.
Sepanjang 2024, total tangkapan nelayan mencapai 45.085,08 ton, melampaui target 44.152,50 ton. Hasil tangkapan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat Jayapura dan sekitarnya, tetapi juga dikirim hingga ke Wamena di Provinsi Papua Pegunungan. Setiap hari, sekitar satu ton ikan berbagai jenis diterbangkan ke wilayah pegunungan tersebut.
Untuk pasar internasional, selain Amerika Serikat, sebagian nelayan asli Papua juga telah menembus pasar Jepang dengan mengekspor bagian punggung tuna atau tuna loin. Meski data rinci volumenya masih dalam proses pendataan, geliat ekspor ini menunjukkan semakin terbukanya akses nelayan Papua ke jaringan perdagangan global.
Ikuti Whatsapp Channel Republika
sumber : Antara
Advertisement
Badan Karantina Indonesia
Karantina Papua
ekspor tuna
tuna beku
Amerika Serikat
keamanan pangan internasional
SSM QC
Pelabuhan Jayapura
industri perikanan
nelayan Papua
Dinas Perikanan Jayapura
tuna loin
Jepang
Wamena
Otonomi Khusus
Kampung Enggros
Biak Numfor
Koperasi Nelayan Binyeri-Samber
Program Makan Bergizi Gratis
SPPG
Berita Terkait
Rejogja - 18 May 2026, 21:50
Nelayan Tertekan BBM Naik, HNSI Minta Pemerintah Turunkan Harga Solar Nonsubsidi Rp15 Ribu per Liter
News - 16 May 2026, 07:36
AS Jamin Tetangga RI ini Punya Kapal Selam Bertenaga Nuklir, Mampu Merudal Seribu Kilometer
News - 16 May 2026, 06:39
Trump Pergi, Putin akan Datang, Pertama Kali China Terima Pemimpin AS-Rusia di Bulan yang Sama
Ekonomi - 12 May 2026, 11:43
Saudi Aramco: Krisis Minyak Global Bisa Berlangsung Hingga 2027 Jika Selat Hormuz Masih Ditutup
Ekonomi - 07 May 2026, 19:49
Pemerintah Buka Peluang Stimulus Tambahan demi Jaga Daya Beli dan Pertumbuhan Ekonomi
News - 21 April 2026, 12:11
AS Pilih Biarkan Minyak Rusia Mengalir ke Pasar Global, Ini Kata Menteri Amerika
Ekonomi - 19 April 2026, 00:30
Pemerintah dan Industri Dorong Konsumsi Ikan Nasional
Ekonomi - 18 April 2026, 15:33
Dampak Ekonomi Pembukaan Selat Hormuz: Minyak Turun, Pasar Stabil
Berita Lainnya
Khazanah - Rabu , 20 May 2026, 21:15 WIB
Berkah dari Mengurus Orang Tua
Khazanah - Rabu , 20 May 2026, 20:59 WIB
Ketika Sahabat Meninggikan Suara di Depan Nabi
Khazanah - Rabu , 20 May 2026, 20:30 WIB
Rasulullah dan Ikatan Batu Pengganjal Lapar
Khazanah - Rabu , 20 May 2026, 20:16 WIB
Jangan Pandang Rendah Orang Miskin
Khazanah - Rabu , 20 May 2026, 19:52 WIB
Larangan Menyerupai Lawan Jenis




