Duta Anti Narkoba Malra Ajak Remaja Kei untuk Berperan Aktif Melawan Penyalahgunaan Narkoba
Sumber Foto: RRI.co.id
Sudut Aspek

Duta Anti Narkoba Malra Ajak Remaja Kei untuk Berperan Aktif Melawan Penyalahgunaan Narkoba

Duta Anti Narkoba Maluku Tenggara, Keychika Far-far, memberikan pandangan mendalam mengenai fenomena penyalahgunaan narkotika yang sering disalahpahami oleh masyarakat. Dalam pernyataannya, Chika menegaskan bahwa obat-obatan tersebut pada dasarnya memiliki manfaat medis, seperti dalam penggunaan anestesi dan terapi tertentu yang dilakukan di bawah pengawasan profesional. Namun, masalah besar muncul ketika zat-zat ini disalahgunakan, yaitu penggunaannya tanpa resep dokter dan dalam dosis yang tidak tepat.

"Narkoba tidak selalu berbahaya karena pada awalnya digunakan untuk berbagai keperluan medis. Yang perlu diperhatikan adalah penyalahgunaannya," ujar siswi SMA N 3 Maluku Tenggara tersebut saat menjelaskan perbedaan antara penggunaan yang sah dan berisiko ilegal.

Chika juga mengingatkan bahwa dampak dari penyalahgunaan narkoba sangat serius, terutama bagi individu yang masih bersekolah. Ia menekankan bahwa penggunaan narkoba yang sembarangan dapat mengakibatkan penurunan kemampuan berpikir, gangguan memori, serta ketidakstabilan emosi, yang pada akhirnya berdampak buruk pada prestasi akademik. Hal ini bukan hanya masalah kesehatan fisik, tetapi juga ancaman bagi masa depan pendidikan dan karier.

Keprihatinan semakin meningkat mengingat tingginya angka penyalahgunaan narkoba di wilayah Tual dan Maluku Tenggara, yang mengincar kelompok remaja berusia antara 16 hingga 21 tahun. Chika menyatakan bahwa remaja di Kei perlu mengambil langkah berani untuk membangun integritas diri. Ia mendorong remaja agar lebih aktif dalam melawan penyalahgunaan narkoba dengan berani mengucapkan 'tidak', memiliki pemahaman yang benar tentang narkoba, serta menciptakan lingkungan pertemanan yang sehat.

Sebagai individu yang berada dalam fase pencarian identitas, rasa ingin tahu untuk mencoba hal-hal baru adalah hal yang wajar, asalkan diarahkan pada aktivitas positif. Namun, Chika mengingatkan bahwa ketergantungan sering kali dimulai dari niat untuk "coba-coba", baik karena tekanan teman sebaya maupun rasa penasaran pribadi. Tanpa pemahaman yang tepat, banyak remaja terjebak dalam siklus ketergantungan hanya karena ingin mengikuti tren atau mencari pelarian sesaat yang justru menimbulkan kerugian jangka panjang bagi kesehatan fisik dan mental.

Melalui edukasi yang konsisten tentang risiko dan konsekuensi hukum serta kesehatan, diharapkan remaja di Kei dapat menyadari bahwa penyalahgunaan narkoba tidak membawa keuntungan. Sebaliknya, zat terlarang hanya akan merusak potensi besar yang dimiliki oleh generasi penerus bangsa. Dengan pengetahuan sebagai kekuatan utama, remaja Kei diharapkan mampu menjaga integritas diri dan lingkungannya demi mewujudkan masa depan yang bersih dan berprestasi tanpa bayang-bayang gelap penyalahgunaan narkotika.