DPR RI: Mewujudkan Kolaborasi Gen Z dan Teknologi untuk Pembangunan Nasional
- Advertisement -
- Advertisement -
JAKARTA, balipuspanews.com – Di usia yang ke-80 tahun, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah menjadi wadah penting bagi kolaborasi Gen Z sebagai generasi yang tumbuh pada era di mana semakin berkembangnya informasi dan teknologi.
Sesuai cita-cita dan tujuan pembentukannya, menyuarakan aspirasi serta kepentingan rakyat, DPR RI sudah sejak lama berbenah dan berkomitmen menuju parlemen modern mulai dari transparansi, akses mudah informasi, serta menyerap semua aspirasi dan kepentingan rakyat melalui alat kelengkapan DPR (AKD) yang dimiliki.
Melalui teknologi informasi semua sumbatan dan hambatan yang dahulu menjadi penghalang, kini sudah terbuka akses bagi masyarakat memperoleh informasi melalui website dan media sosial, dan representasi sebagai lembaga perwakilan rakyat yang memperjuangkan aspirasi rakyat. Partisipasi masyarakat terutama Gen Z atau disebut Digital Native yang diistilahkan dalam bahasa keseharian sebagai Zoomers, sangat didorong karena merekalah generasi yang tumbuh dalam lingkungan yang didominasi teknologi digital, terutama internet.
Melalui beragam platform di media sosial antara lain YouTube, instagram, X (dahulu twitter), Facebook dan beragam aplikasi medsos yang ada menjadi saluran masyarakat bisa langsung mengetahui para wakil rakyat yang ketika saat pemilu dipilihnya, sedang benar-benar bekerja. Bahkan, ada kolom komentar yang disediakan untuk masyarakat menilai langsung kinerja para legislator. Penilaian bisa bernada konstruktif berupa usulan membangun, atau kritik yang siap diterima DPR.
Sekretaris Jenderal DPR RI, Indra Iskandar menyatakan transparansi dan pemanfaatan teknologi informasi merupakan bagian dari upaya yang digalakkan Kesetjenan DPR RI, dengan target dan tujuan meningkatkan kinerja anggota DPR RI. Apapun hasil rapat-rapat dan persidangan di AKD bisa langsung diakses dan diketahui publik, termasuk masyarakat di daerah pemilihan (dapil) dari Anggota DPR RI bersangkutan sehingga dapat menilai apakah wakil rakyat yang dipilihnya telah mengakomodasi kepentingan daerahnya.
BACA : Dewan Buleleng Ketok Palu Sahkan Perda Penyesuaian Pajak dan Retribusi Daerah
Beragam aplikasi yang dimiliki DPR terus dikembangkan. Ada aplikasi mobile “DPR Now” yang menawarkan bagi Gen Z untuk menyaksikan secara langsung kegiatan rapat-rapat di tiap komisi maupun badan-badan dalam AKD DPR RI. Ada juga aplikasi SIPINTER (Sistem Paket Informasi Terkini) yaitu sistem layanan baru perpustakaan terkait tiga fungsi yang dimiliki DPR RI yaitu fungsi legislasi, fungsi pengawasan dan fungsi anggaran. Selain itu, SIPINTER juga dapat mmberikan informasi mengenai diplomasi parlemen.
Kolaborasi Gen Z dan kemajuan teknologi informasi melalui kemasan medsos itulah yang benar-benar ditangkap DPR RI sebagai jalan menuju DPR ideal. Terutama tanggungjawab DPR dalam menyukseskan visi Indonesia Emas 2045. Menyiapkan Generasi Z sebagai generasi yang cakap, terampil, jujur dan bertanggungjawab dalam mengemban kepentingan negara. Karena Generasi Z yang dikelompokkan lahir dari tahun 1997 hingga 2012 pada tahun 2045 mendatang diharapkan akan menjadi tulang punggung pembangunan nasional. Dari generasi inilah diharapkan dapat mengubah arah pembangunan negara ke arah yang lebih maju dan berkelanjutan.
Dengan kolaborasi Generasi Z yang diyakini terampil dalam teknologi dan inovasi, bersatu dengan komitmen DPR RI dalam parlemen modern. Memanfaatkan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi untuk menciptakan solusi-solusi baru yang efisien pada berbagai sektor pembangunan nasional, seperti pertanian, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi digital dan sektor-sektor lainnya.
BACA : Pansus Aset Mulai Tebar Pesona, Inventaris Kejelasan Ratusan Aset Sekolah di Karangasem
Kolaborasi ini juga diharapkan menjadi pendorong bagi literasi digital, khususnya di daerah-daerah terpencil. Para Gen Z didorong dapat mengambil peran sebagai agen perubahan dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya teknologi dan cara menggunakan internet secara positif.
Filosofi dan Impian Masa Depan
Gedung Utama DPR RI atau yang dikenal Gedung Kura-Kura karena menyerupai tempurung Kura-Kura. Gedung beratap hijau yang dinamai Gedung Nusantara ini merupakan ciri khas Gedung DPR RI. Berdasarkan laman resmi DPR RI, bangunan ikonik yang membentang dengan bentuk setengah lingkaran ini ternyata memiliki filosofi menjadi lambang kepakan sayap burung Garuda untuk terbang menggapai cita-cita setinggi-tingginya. Desain gedung hasil karya Soejoedi Wirjoatmodjo dengan sayap burung Garuda yang hendak terbang, melambangkan semangat bangsa Indonesia untuk bangkit dan bergerak maju.
Filosofi ini yang berkaitan erat dengan upaya DPR RI dalam upaya mewujudkan mimpi-mimpi anak-anak muda Indonesia untuk menggapai cita-citanya. Beragam program dirancang DPR RI, membangun dan membentuk anak-anak Indonesia agar siap lepas landas terbang tinggi-tingginya meraih cita-cita seperti filosofi semangat kepakan sayap Garuda.
Ada program parlemen remaja (parja) yang membidik siswa siswi Sekolah Menengah Atas (SMA)/Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dan sederajat untuk pembelajaran politik kepada generasi muda. Di parja, mereka merasakan simulasi menjadi Anggota DPR RI selama enam hari. Peserta parja berasal dari seluruh provinsi di Indonesia dengan jumlah daerah pemilihan provinsinya masing masing melalui seleksi ketat.
Mereka dididik belajar kritis dan proses berpolitik, juga cara legislator berdebat dalam memperjuangkan kepentingan konstituen yang memilihnya, memberikan pemahaman berdemokrasi, juga membangun hubungan persahabatan. Kegiatan yang sudah dilakukan sejak Tahun 2008 ini diadakan langsung di Gedung DPR RI tempat dimana para Anggota DPR RI juga bersidang.
BACA : Ngecas Hp dekat Sofa, Rumah di Kawasan Gunung Mas Hangus Terbakar
Dengan program ini, DPR RI berusaha membangun relasi komunikasi antara DPR RI dengan para pelajar yang merupakan anak-anak muda se Indonesia, membangun citra positif tentang parlemen, juga mendekatkan DPR sebagai rumahnya para wakil rakyat dengan generasi muda.
Selain parja, ada juga program DPR RI yang ramah dengan anak muda. Program Magang di Rumah Rakyat namanya. Masih dalam kategori anak muda, namun di program magang ini, pesertanya mahasiswa yang berada di jenjang lebih tinggi lagi dari SMA dan sederajatnya.
Berbeda dengan parja, di program magang seolah berupaya menjadikan DPR RI sebagai rumah sebenarnya bagi mahasiswa. Karena bila umumnya, model magang di institusi atau lembaga pemerintah lain, program magangnya mengikuti bidang akademik yang ditekuni seorang mahasiswa. Maka magang di DPR, model magang yang dikembangkan disesuaikan dengan fungsi kedewanan yang dimiliki DPR RI. Apabila seorang mahasiswa di Fakultas Pertanian menjadi peserta magang, maka proses magang yang diterimanya adalah bukanlah cara bercocok tanam yang benar tetapi bagaimana belajar merumuskan dan membuat kebijakan tentang politik pertanian, bagaimana politik pertanian diputuskan dalam sebuah rumusan undang-undang.
Dari sejumlah contoh program tersebut, DPR RI berusaha menjadikan anak-anak muda untuk mewujudkan impiannya. Menggapai cita-cita anak muda seperti filosofi kepak sayap Burung Garuda.
Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan
Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
Tags
#kolaborasi
DPR RI
Gen Z
Kemajuan Teknologi Informasi
Panggung Kolaborasi
Panggung Kolaborasi Gen Z
Teknologi Informasi
Bagikan
Berita Sebelumnya
Forki Buleleng Sukses Juara Umum Ketiga Kalinya di Porprov Bali
Berita Selanjutnya
Putra Gianyar dan Putri Badung Amankan Medali Emas, Karangasem Sukses Jadi Tuan Rumah
RELATED ARTICLES
Karangasem
Sinergi Kantor Pertanahan Karangasem dan Pemkab Perkuat Layanan Publik Terintegrasi
Jakarta
Temuan BPK Harus Jadi Perbaikan Nyata Bukan Sekadar Catatan
Badung
Kerahkan Heli, Tim Basarnas Evakuasi Dua Bule Rusia yang Terjebak di Bawah Tebing Pecatu
ADS




