Dilema Pajak Reklame dan Predikat Kota Layak Anak di Mataram
Sumber Foto: LombokPost
Sudut Aspek

Dilema Pajak Reklame dan Predikat Kota Layak Anak di Mataram

Aspek News - Pemerintah Kota Mataram berupaya meningkatkan predikat Kota Layak Anak (KLA) dari kategori Madya ke Nindya, namun terhambat oleh maraknya iklan rokok di area strategis kota.

Awal Kejadian

Pemkot Mataram menghadapi tantangan dalam upayanya meningkatkan predikat KLA. Salah satu faktor yang memengaruhi evaluasi adalah banyaknya iklan rokok yang tersebar di berbagai lokasi di ibu kota provinsi.

Perkembangan

Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, menekankan bahwa permasalahan ini tidak bisa dilihat secara sederhana. Iklan rokok berkontribusi pada penilaian negatif dalam indikator KLA, tetapi di sisi lain, ada target Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang bergantung pada sektor pajak reklame. Mohan menyatakan bahwa pemerintah daerah perlu mempertimbangkan perlindungan anak serta potensi penerimaan fiskal yang digunakan untuk pembangunan.

Kondisi Terakhir

Pemkot Mataram tidak melarang sepenuhnya penayangan iklan rokok, tetapi melakukan penataan dan pembatasan melalui regulasi zonasi komersial. Iklan rokok dilarang di kawasan pendidikan, ruang terbuka hijau, taman kota, dan fasilitas publik lainnya yang menjadi pusat aktivitas anak.