Dialog Pemuda Cilegon Tinjau Satu Tahun Kepemimpinan Robinsar-Fajar
Sumber Foto: radarbanten.co.id
Sosial

Dialog Pemuda Cilegon Tinjau Satu Tahun Kepemimpinan Robinsar-Fajar

Aspek News - CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Komunitas Pemuda Bisa Diandalkan menggelar dialog publik bertajuk refleksi satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cilegon di Calderra Coffe Cilegon pada Kamis malam 26 Februari 2026.

Forum yang bertajuk Ruang, Riung, Gembira tersebut menjadi ruang terbuka bagi generasi muda untuk menyampaikan catatan kritis, gagasan, serta harapan terhadap arah pembangunan daerah.

Kegiatan yang dikemas dalam suasana diskusi santai namun substantif itu menghadirkan perwakilan berbagai organisasi kepemudaan dan mahasiswa di Kota Cilegon.

Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari persoalan pendidikan, pengangguran, kemiskinan, hingga transparansi kebijakan publik.

Koordinator Komunitas Pemuda Bisa Diandalkan, Ikhlas Wahyu Robby, menyampaikan bahwa forum tersebut sengaja dibangun sebagai ruang bersama bagi pemuda untuk berdialog secara terbuka dan konstruktif.

“Komunitas ini kami hadirkan sebagai ruang bertukar pikiran. Pemuda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut memberi pandangan terhadap kebijakan pemerintah. Kritik yang kami sampaikan tentu dengan semangat membangun,” ujarnya.

Dalam dialog tersebut, sejumlah peserta menyoroti kepemimpinan Robinsar dan Fajar Hadi Prabowo yang telah berjalan satu tahun.

Beberapa isu yang menjadi perhatian di antaranya kualitas dan pemerataan pendidikan, tingginya angka pengangguran lulusan SMA, serta angka putus sekolah tingkat SMP.

Selain itu, peserta juga menyinggung hilirisasi industri dan dampaknya terhadap masyarakat lokal, kesiapan tanggap bencana, ketersediaan titik aman bagi perempuan di ruang publik, hingga arah pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

Transparansi informasi publik dan masih tingginya angka kemiskinan di sejumlah wilayah perkampungan turut menjadi pembahasan.

Meski banyak catatan kritis disampaikan, forum tersebut tidak hanya menjadi ruang evaluasi, melainkan juga refleksi dan perumusan harapan.

Para peserta mendorong agar pemerintah daerah lebih membuka ruang komunikasi dengan pemuda serta melibatkan mereka dalam perumusan kebijakan strategis.

Kehadiran Komunitas Pemuda Bisa Diandalkan dinilai menjadi angin segar di tengah belum optimalnya wadah lintas organisasi kepemudaan di Kota Cilegon.

Forum ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai ruang diskusi rutin yang produktif.

Melalui dialog tersebut, komunitas berharap kesadaran politik generasi muda semakin tumbuh, lebih kritis, serta aktif mengawal kebijakan publik.

Bagi mereka, masa depan Kota Cilegon tidak hanya ditentukan oleh pemimpinnya, tetapi juga oleh keberanian pemudanya untuk bersuara dan terlibat.

Editor: Abdul Rozak