Chelsea Hadapi Kerugian Rp8 Triliun, Fokus Ke Liga Champions
Aspek News - Denda dan Sanksi
Saat tampil di Piala Dunia Antarklub, Chelsea juga dijatuhi denda €31 juta (sekitar Rp610 miliar) akibat pelanggaran aturan finansial UEFA. Jumlah itu bahkan bisa meningkat hingga €91 juta (sekitar Rp1,79 triliun) jika klub gagal memenuhi kesepakatan kepatuhan dalam empat tahun ke depan.
Meski demikian, sumber internal klub menegaskan bahwa kondisi keuangan Chelsea saat ini telah melalui proses pembersihan akuntansi dan kini sudah mencatat keuntungan secara operasional. Klub juga disebut telah menyelaraskan struktur keuangan mereka dengan kerangka Financial Fair Play UEFA.
Kondisi ini tetap memicu kekhawatiran suporter terkait kemungkinan penjualan pemain bintang pada bursa transfer mendatang. Minimnya partisipasi di Liga Champions musim ini turut memperburuk pemasukan klub, terutama dari sisi hak siar dan pendapatan komersial.
Perjuangkan Liga Champions
Salah satu kekhawatiran terbesar suporter adalah kemungkinan penjualan pemain bintang demi menyeimbangkan neraca keuangan. Namun pihak klub yakin tidak akan ada kebutuhan untuk penyelesaian regulasi tambahan karena mereka sudah berada dalam parameter yang disepakati bersama UEFA.
Chelsea juga memanfaatkan strategi pembiayaan kreatif, termasuk restrukturisasi internal dan transaksi bisnis tertentu, untuk membantu stabilitas finansial mereka di bawah aturan domestik dan Eropa.
Fokus Chelsea kini adalah memastikan tiket Liga Champions musim depan tetap aman. Saat ini mereka berada di posisi lima klasemen liga, yang diproyeksikan cukup untuk lolos ke kompetisi elite Eropa.
Jika berhasil kembali tampil konsisten di Liga Champions, pemasukan dari hak siar dan pendapatan komersial diyakini akan membantu memperbaiki kondisi finansial dalam jangka panjang.
Sumber: Daily Mail




